<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AL-BAYAN</title>
	<atom:link href="http://albayan.hadithuna.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://albayan.hadithuna.com</link>
	<description>TINGKATKAN KREASI  TEGAKKAN SUNNAH NABI</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jan 2010 09:18:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>di jalan ini&#8230;</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/17/di-jalan-ini/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/17/di-jalan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurhubana</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG KAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[
Di sana.. ada cita dan tujuan
yang membuatmu jauh ke depan
di kala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa…
Ketika mereka mengungkapkan kata cinta
tasbih menyebut kebesaranNya nyata di bibir, hadir di hati yang tercalar
Ujian demi ujian tabah ditempuh dengan keyakinan bahawa inilah bukti cinta
Walau ada yang coba menghalang
malah ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://albayan.hadithuna.com/files/cinta-islam-267x300.jpg" alt="cinta-islam-267x300" title="cinta-islam-267x300" width="267" height="300" class="alignnone size-full wp-image-89" /></p>
<p>Di sana.. ada cita dan tujuan</p>
<p>yang membuatmu jauh ke depan</p>
<p>di kala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja</p>
<p>cintamu masih lincah melesat</p>
<p>jauh melampaui ruang dan masa…</p>
<p>Ketika mereka mengungkapkan kata cinta</p>
<p>tasbih menyebut kebesaranNya nyata di bibir, hadir di hati yang tercalar</p>
<p>Ujian demi ujian tabah ditempuh dengan keyakinan bahawa inilah bukti cinta</p>
<p>Walau ada yang coba menghalang</p>
<p>malah ada yang coba memujuk untuk undurkan diri</p>
<p>tetapi kekuatan cinta melebihi segalanya malah semakin menebal ukurannya</p>
<p>kerna rahasia hati itu hanya mereka yang tahu</p>
<p>dan bisikan syahdu pengobat rindu berlafaz di setiap sujud…</p>
<p>Lalu di sepertiga malam terakhirnya</p>
<p>engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu</p>
<p>melanjutkan mimpi indah yang belum selesai</p>
<p>dengan cita yang besar, tinggi dan bening</p>
<p>dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati…</p>
<p>cinta yang engkau dambakan hadir demi menuju cinta yang teragung…</p>
<p>dengan lingangan airmata kesabaran menempuh hari-hari yang akan datang</p>
<p>dengan harapan untuk bersama-sama berjuang…</p>
<p>teruslah melangkah di jalan ini</p>
<p>menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,</p>
<p>menipiskan kejahilan, menyeru kepada iman…</p>
<p>walau duri merentaskan kaki</p>
<p>walau kerikil memecah telapak</p>
<p>&gt;<br />
walau panas membakar diri</p>
<p>sampai engkau lelah, sampai engkau payah</p>
<p>sampai keringat dan darah tumpah…</p>
<p>tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum</p>
<p>dan akan tetap menyokongmu</p>
<p>di jalan cinta para pejuang…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/17/di-jalan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAMPAK DARI PERBUATAN MAKSIAT</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/dampak-dari-perbuatan-maksiat/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/dampak-dari-perbuatan-maksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 08:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General Musings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[
dalam kema&#8217;siatan itu berdampak  buruk lagi tercela hal itu dapat membahayakan hati dan badan.  dampak keburukanya  akan dapat dirasakan di dunia maupun di akhirat dan itu tidak dapat  mengetahuinya kecuali ALLAH saw.

dampak buruk  dari perbuatan ma&#8217;siat itu antara lain adalah :

terhalangnya ilmu, sebab ilmu merupakan nur(cahaya) yang ALLAH anugerahkan kedalam hati, sedangkan ma&#8217;siat adalah kegelapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul style="text-align: justify">
<li>dalam kema&#8217;siatan itu berdampak  buruk lagi tercela hal itu dapat membahayakan hati dan badan.  dampak keburukanya  akan dapat dirasakan di dunia maupun di akhirat dan itu tidak dapat  mengetahuinya kecuali ALLAH saw.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">dampak buruk  dari perbuatan ma&#8217;siat itu antara lain adalah :</p>
<ol style="text-align: justify">
<li>terhalangnya ilmu, sebab ilmu merupakan nur(cahaya) yang ALLAH anugerahkan kedalam hati, sedangkan ma&#8217;siat adalah kegelapan yang dapat memadamkan nur itu.  manakala imam syafi&#8217;i belajar kepada imam malik, ketika beliau membaca di depan imam malik, beliau ta&#8217;jub dan kagum atas kecerdasan dan ketangkasan imam syafi&#8217;i dalam memahami pelajaran, maka imam malik berkata: sesungguhnya aku melihat engkau di anugerahi nur oleh ALLAH di dalam hatimu, maka jangan engkau padamkan dengan kegelapan ma&#8217;siat . berkata imam syafi&#8217;i : saya pernah mengadu kepada imam waqi&#8217; atas lemahnya daya  hafalanku # maka beliau memberiku petunjuk  untuk meninggalkan ma&#8217;siat . ia berkata : ketahuilah sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya # dan cahaya allah tidak akan pernah  di berikan kepada orang-orang yang ahli ma&#8217;siat.</li>
<li>terhalangnya rezeki  : telah di sebutkan dalam musnad imam ahmad &#8221; sesungguhnya rezki seorang hamba terhalang lantaran ma&#8217;siat yang menimpanya, sebagaimana ketakwa&#8217;an kepada ALLAH melancarkan rezeki, maka dengan meninggalkan ketakwa&#8217;an akan berdampak kepada kefakiran.</li>
<li>kebuasan dan keganasan yang ada dalam hati si pelaku ma&#8217;siat. antara dia dan allah tidak menemukan keseimbangan dan tidak menemukan kelezatan dalam beribadah sama sekali, seandainya kenikmatan dunia di kumpulkan kepadanya maka  ia tidak akan menemukan kepuasan hati . hal ini tidak dapat di rasakan kecuali oleh orang yang  hatinya terdapat hati yang hidup. seandainya di peringatkan atas dampak kebuasan dan keganasan jika tidak meninggalkan perbuatan dosa tersebut  maka orang yang masih mempunyai akal akan meninggalkan perbuatan itu dengan pilihan dan kesadaran.</li>
<li>keganasan dan kebuasan antara si pelaku ma&#8217;siat dengan orang lain, terutama terhadap orang-orang baik. semakin bertambah keganasan itu, semakin jauh dia dari orang-orang baik dan semakin jauh pula berkumpul dan bergaul dengan nya, sehingga ia terhalang untuk memetik buah kemanfa&#8217;tan dari orang-orang baik tersebut. akibatnya ia semakin dekat dari kelompok syaitan menurut kadar kejauhannya dari kelompok ALLAH dzat yang maha pengasih. maka kebuasan dan keganasan tersebut akan semakin menguasai dan semakin kuat sehingga berdampak buruk kepada isterinya, anak-anaknya, saudara dan kerabatnya sampai akhirnya ia hancur oleh dirinya sendiri. berkata sebagian ulma&#8217; salaf : aku pernah melakukan kemaksiatan kepada allah , setelah itu aku jumpai dampak perangai yang tidak baik terhadap hewan tungganganku dan isteriku.</li>
<li>urusan dan perkaranya menjadi sulit, setiap kali ia hendak menyelasaikan urusanya maka ia menemukan jalan yang buntu atau menemukan  kesulitan sehingga tidak dapat teratasi, hal ini sebagaimana  orang yang bertakwa kepada ALLAH maka ALLAH akan menjadikan semua urusanya menjadi mudah, barangsiapa yang menyia-nyiakan takwa maka semua perkara dan urusanya menjadi sulit dan rumit. hal yang sangat aneh&#8230;!! bagaimana seorang hamba dapat menemukan pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup dan jalanya sulit lagi sukar sementara dia tidak tau dari mana datangnya kebaikan tersebut&#8230;???</li>
</ol>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-74" title="13" src="http://albayan.hadithuna.com/files/13-300x262.jpg" alt="13" width="300" height="262" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/dampak-dari-perbuatan-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAHAYA DOSA TERHADAP HATI SEPERTI RACUN DALAM TUBUH</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/bahaya-dosa-terhadap-hati-seperti-racun-dalam-tubuh/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/bahaya-dosa-terhadap-hati-seperti-racun-dalam-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 02:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General Musings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[mari kita berfikir, mengingat kembali tentang sebuah penyakit yang apabila kita biarkan maka akan membuat  kehancuran  bagi kehidupan seorang hamba di dunia maupun di akhirat,
sepatutnya kita sadar dan mengetahui bahwa perbuatan dosa dan ma&#8217;siat adalah sumber dari malapetaka yang membahayakan. bahayanya terhadap hati seperti racun dalam tubuh sesuai dengan tingkatan beda kemudharatan, tidak ada keburukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">mari kita berfikir, mengingat kembali tentang sebuah penyakit yang apabila kita biarkan maka akan membuat  kehancuran  bagi kehidupan seorang hamba di dunia maupun di akhirat,</p>
<p style="text-align: justify">sepatutnya kita sadar dan mengetahui bahwa perbuatan dosa dan ma&#8217;siat adalah sumber dari malapetaka yang membahayakan. bahayanya terhadap hati seperti racun dalam tubuh sesuai dengan tingkatan beda kemudharatan, tidak ada keburukan dan penyakit  melainkan penyebab dari semua itu adalah bermuara dari dosa dan ma&#8217;siat.</p>
<p style="text-align: justify">apa penyebab bapak-ibu kita keluar dari surga rumah kelezatan, kenikmatan dan kebahagia&#8217;an kepada rumah kesengsara&#8217;an, kesusahan serta tempat dari segala musibah???  tak lain adalah dosa dan ma&#8217;siat.</p>
<p style="text-align: justify">apa penyebab iblis di usir dari keraja&#8217;an langit,  di usir dan di laknat . bentuknya di rubah luar  &#8211; dalam hingga berubah menjadi bentuk yang sangat buruk lagi menyeramkan, dan batinya  lebih buruk lagi  lebih menyeramkan daripada bentuk  luarnya. dari dekat berubah menjadi jauh, dari rahmat menjadi laknat, dari indah menjadi jelek, dari surga menjadi keneraka, dari iman menjadi kufur, dari pemimpin yang di cintai menjadi seorang musuh yang paling  di benci, dari yang suka bertasbih dan mensucikan allah dan bertahlil, berubah menjadi kekufuran,kemusyrikan,kema&#8217;siatan, kepalsuan, kebohongan,serta keburukan. maka terhina di hadapan ALLAH di puncak kehina&#8217;an, jatuh di mata ALLAH di dasar jurang kenista&#8217;an, kebohonganya adalah kebohongan yang paling besar, dan jadilah ia pemimpin dari orang-orang fasiq dan penjahat yang rela di pimpin oleh iblis setelah mereka menjadi seorang hamba yang terhormat. maka jauhkan kami wahai tuhan dari menyelisih perintahmu dan melakukan laranganmu.</p>
<p style="text-align: justify">apa penyebab tenggelamnya penduduk  bumi sampai air menjulung tinggi ke puncak gunung-gunung ???</p>
<p style="text-align: justify">apa penyebab datangnya angin badai ke kaum aad sehingga mereka di campakkan ke permuka&#8217;an bumi dengan keadaan mati mengenaskan bak daun kurma gugur berjatuhan ???  rumah, ladang, tumpanganya di luluh lantakkan , sehingga ia menjadi palajaran bagi ummat sampai hari kiamat . semua itu tak lain adalah bermuara dari perbuatan dosa dan maksiat. wahai tuhan kami kami akui telah banyak dosa yang kami perbuat . maka ampunilah &#8230; telah bnyak pelanggaran yang kami lakukan maka jangan sampai itu menjadi penghalang nikmatmu, penghalang dari terkabulkan doa kami &#8230; bukakanlah pintu magfirahmu sehingga kami bersimpuh di hadapanmu dengan segala pengakuan&#8230; astagfirullah robbal baraya, astagfirullah minal khothoya . robbi zidni ilman naafi&#8217;an wa waffiqni amalan maqbulan .</p>
<p style="text-align: justify"><img class="alignnone size-full wp-image-83" title="16" src="http://albayan.hadithuna.com/files/164.jpg" alt="16" width="262" height="205" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2010/01/15/bahaya-dosa-terhadap-hati-seperti-racun-dalam-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANJURAN PARA ULAMA SALAF DAN KHALAF UNTUK BERMAULID</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/anjuran-para-ulama-salaf-dan-khalaf-untuk-bermaulid/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/anjuran-para-ulama-salaf-dan-khalaf-untuk-bermaulid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 19:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MAULIDURRASUL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/anjuran-para-ulama-salaf-dan-khalaf-untuk-bermaulid/</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini umat Islam terpecah dalam berbagai aliran dan perbedaan pendapat yang saling menyalahkan. Begitu juga telah terjadi perbedaan yang tak asing lagi.
Bagi orang-orang yang pengetahuannya tentang ilmu agama kurang maka semua permasalahan itu seharusnya diserahkan kepada para ulama yang lebih dalam pengetahuannya tentang agama dan telah terbukti kesahihannya dari zaman ke zaman.
Allah swt berfirman:
إنما [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Dewasa ini umat Islam terpecah dalam berbagai aliran dan perbedaan pendapat yang saling menyalahkan. Begitu juga telah terjadi perbedaan yang tak asing lagi.<br />
Bagi orang-orang yang pengetahuannya tentang ilmu agama kurang maka semua permasalahan itu seharusnya diserahkan kepada para ulama yang lebih dalam pengetahuannya tentang agama dan telah terbukti kesahihannya dari zaman ke zaman.<br />
Allah swt berfirman:</span></p>
<p style="background-color: #800080"><strong><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">إنما يخشى الله من عباده العلماء إن الله عزيز غفور </span></strong></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small"><strong>&#8220;Se</strong>sungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.&#8221; (QS. Fathir/35: 28).</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Dan Rasulullah saw bersabda:</span></p>
<p style="background-color: #800080"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small"><strong>إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورث دينارا ولادرهما إنما ورثوا علما</strong> </span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">&#8220;Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.&#8221; (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad).</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Sehubungan dengan ayat dan hadist di atas ini, Allah sendiri telah menyuruh kepada kita agar bertanya kepada ulama (ahli zikir) yang berilmu, bertakwa, dan mengamalkan ilmunya jika terjadi masalah atau tidak mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. Firman Allah:</span></p>
<p style="background-color: #800080"><strong><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">فاسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون</span></strong></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">&#8220;Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.&#8221; (QS. An Nahl: 43 dan Al Anbiya: 7).</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Untuk itu, agar permasalahan seputar maulid nabi ini lebih jelas, maka perhatikanlah pendapat para ulama yang telah banyak jasanya dalam mengembangkan agama Islam di bawah ini.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">1.&#8221;Andaikata aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka akan aku dermakan semuanya untuk menyelenggarakan pembacaan maulid Rasul.&#8221; (I&#8217;anathuth Thalibin 3/255).<br />
Ini adalah perkataan Imam Hasan Al Bashri. Beliau adalah tokoh ulama generasi Tabi&#8217;in yang agung. Beliau lahir di Madinah 2 tahun sebelum wafatnya khalifah Umar bin khattab ra dan meninggal pada bulan Rajab tahun 116 H dalam usia 89 tahun.<br />
Beliau adalah seseorang yang telah bertemu dengan lebih dari 100 sahabat Nabi Muhammad saw. Ucapan Imam Hasan Al Bashri ini membuktikan kalau pada masa tabi&#8217;in telah biasa diadakan perayaan maulid nabi Muhammad saw.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">2. &#8220;Barangsiapa mempersiapkan makanan, mengumpulkan teman- teman, menyalakan lampu, mengenakan pakaian baru, memakai farfum dan menghias dirinya untuk membaca dan mengagungkan maulid Rasul,<br />
maka kelak di hari kiamat Allah akan mengumpulkannya bersama para Nabi, orang-orang yang berada dalam barisan pertama dan dia akan ditempatkan di Illiyin yang tertinggi.&#8221; (I&#8217;anathuth Thalibin 3/255).<br />
Ini adalah ucapan Syekh Ma&#8217;ruf Al Karkhi. Beliau adalah seorang sufi terkemuka yang wafat pada tahun 200 H. Beliau selalu berprasangka baik kepada sesama muslim.<br />
Kalimatnya juga membuktikan kalau para salaf telah melakukan perayaan maulid Nabi pada abad kedua Hijriyah, walau bentuk dan caranya mungkin berbeda dengan yang terjadi sekarang ini.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">3. &#8220;Barangsiapa mendatangi sebuah tempat dimana di sana dibacakan Maulid Nabi, maka dia telah mendatangi sebuah taman Surga.<br />
Sebab tujuannya mendatangi tempat itu tiada lain adalah untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah saw, sedangkan Rasul saw telah bersabda: &#8220;Barangsiapa mencintaiku, maka dia bersamaku di Surga&#8221;.&#8221; (I&#8217;anathuth Thalibin 3/255).<br />
Ini adalah pernyataan Syekh Sirri As Saqathi. Beliau adalah murid Syekh Ma&#8217;ruf Al Karkhi dan menjadi guru serta paman dari Syekh Junaid Al Baghdadi. Beliau terkenal gigih dalam beribadah kepada Allah swt. Beliau wafat pada tahun 253 H.<br />
Pernyataan ini beliau sampaikan setelah mendalami Al Qur&#8217;an dan hadist Nabi Muhammad saw serta mengamalkannya dengan penuh kesabaran.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">4. &#8220;Barangsiapa menghadiri maulid Rasul dan mengagungkan kedudukannya, maka dia telah sukses dengan keimanan.&#8221; (I&#8217;anathuth Thalibin 3/364). Ucapan ini disampaikan oleh Imam Junaid Al Baghdadi, yang dikenal sebagai pemimpin para sufi yang wafat pada 297 H.<br />
Beliau adalah seseorang yang sangat tekun belajar dan beribadah, sehingga dalam usia 20 tahun telah mendapat kepercayaan untuk menjadi mufti.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">5. &#8220;Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi saw akan diberi pahala. Demikian pula yang dilakukan oleh sebagian orang, adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati hari kelahiran Isa as, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta an penghormatan kepada Nabi saw.<br />
Allah swt akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaannya kepada Nabi mereka. Bukan dosa atas bid&#8217;ah yang mereka lakukan.&#8221; (Manhajus Salaf Fi Fahmin Nushush Bainan Nadhariyyah Wat Tathbiq: 399).<br />
Ini adalah perkataan Imam Ibnu Taimiyah. Beliau adalah ulama besar yang hidupnya dihabiskan untuk ilmu, ibadah dan perjuangan. Beliau lahir pada 10 Rabiul Awwal 661 H dan wafat pada 22 Dzul Qa&#8217;idah 728 H.<br />
Beliau adalah seorang ulama yang guru, murid dan karyanya sangat banyak. Di antara kitab karangannya adalah Al Fatawa yang terdiri dari 38 jilid.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">6. &#8220;Barangsiapa mengumpulkan teman-temannya, mempersiapkan hidangan, menyediakan tempat, melakukan kebaikan untuk maulid Nabi, dan semua itu menjadi sarana pembacaan maulid Rasul,<br />
maka di hari kiamat kelak Allah akan membangkitkannya bersama-sama orang shidiq, para syuhada dan kaum shalihin. Dan kelak ia akan berada di surga-surga yang penuh kenikmatan.<br />
Ini adalah pendapat pakar sejarah dan ulama terkemuka dalam dunia Islam, Syekh Abdullah bin As&#8217;ad Al Yafi&#8217;i, pengarang kitab Raudhur Rayyahin. Beliau wafat pada 768 H.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">7. &#8220;Tidaklah sebuah rumah muslim dibacakan Maulid Nabi sadanya, melainkan Allah singkirkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, berbagai jenis bencana, kebencian, kedengkham, pandangan buruk, serta pencurian dari penghuni rumah itu.<br />
Dan jika ia meninggal dunia, maka Allah akan memberinya kemudahan untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Dan dia kelak akan berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.&#8221; (I&#8217;anathuth Thalibin 3/255).</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Inilai pernyataan ulama besar yang lahir pada bulan Rajab 849 H dan wafat pada tahun 911 H, Al Hafizh Abu Bakar bin Abdur Rahman As Suyuthi. Beliau terkenal sebagai seorang mujjadid (pembaharu Islam) pada abad ke 9 H.<br />
Keluasan ilmunya telah terbukti dan karya-karyanya sangat banyak sehingga mencapai 400 buku. Selain hafal Al Qur&#8217;an, beliau juga hafal di luar kepala kitab-kitab besar. Di antaranya adalah kitab Al Minhaj karya Imam Nawawi dan juga kitab Al Umdah.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">Demikianlah di antara perkataan para tokoh ulama yang menganjurkan dan membenarkan perayaan dan pembacaan maulid Nabi Muhammad saw.</span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">fahami .. dan renungkan ..! jangan menelan faham ustadz-ustadz jahil </span></p>
<p><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;font-size: small">( anak-anak ALBAYAN )</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/anjuran-para-ulama-salaf-dan-khalaf-untuk-bermaulid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CARA PERAYA&#8217;AN MAULID BID&#8217;AH KAH&#8230;?</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/42/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/42/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 19:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MAULIDURRASUL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/42/</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengistimewakan hari lahirnya Rasulullah saw, sebagaimana beliau saw mengistimewakan hari diselamatkannya Nabi Musa as dari kejaran Fir&#8217;aun. Nabi berpuasa pada hari Senin sebagaimana Nabi berpuasa pada tanggal 10 Muharram, hari di mana Nabi Musa diselamatkan.
Tentang keistimewaan hari lahir Nabi saw, terdapat hadits shahih dari Abu Qatadah, seorang A&#8217;rabi (Badawi) bertanya kepada Rasulullah saw: &#8220;Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Kita mengistimewakan hari lahirnya Rasulullah saw, sebagaimana beliau saw mengistimewakan hari diselamatkannya Nabi Musa as dari kejaran Fir&#8217;aun. Nabi berpuasa pada hari Senin sebagaimana Nabi berpuasa pada tanggal 10 Muharram, hari di mana Nabi Musa diselamatkan.<br />
Tentang keistimewaan hari lahir Nabi saw, terdapat hadits shahih dari Abu Qatadah, seorang A&#8217;rabi (Badawi) bertanya kepada Rasulullah saw: &#8220;Bagaimana penjelasanmu tentang berpuasa di hari Senin?&#8221; Maka beliau saw menjawab: &#8220;Fiihi wulidtu wafiihi unzila alayya.&#8221;<br />
&#8220;Di hari itu aku dilahirkan dan di hari itu pula aku diturunkan wahyu Al Qur&#8217;an.&#8221; (HR. Muslim, Abu Daud, dan Ahmad). (Dalam Shahih Muslim 8/52).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Mungkin anda bertanya, mengapa dalam perayaan maulid kita tidak berpuasa seperti yang dicontohkan oleh Rasul saw saja, tetapi malah makan-malam dan bergembira dengan membaca syair-syair pujian yang disertai alunan rebana dan lain-lain?<br />
Jawabannya adalah, puasa merupakan salah satu cara terbaik untuk mengenang kelahiran Rasulullah saw. Dan puasa sendiri adalah ibadah murni yang akan mendapat pahala jika kita mengamalkannya secara ikhlas dan benar.<br />
Tetapi yang menjadi tujuan dari puasa Rasulullah pada hari itu adalah untuk mengenang dan mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada beliau saw.<br />
Karena itu, tidak ada alasan untuk melarang manusia melakukan bentuk-bentuk peringatan kelahiran Nabi saw dengan cara lain, selama hal itu dibolehkan dalam agama dan tidak berbentuk maksiat.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Sedangkan yang terpenting dalam hal ini adalah niat dan tujuan dari perayaan itu, bukan medianya semata. Karena itu, kalau kita perhatikan maka akan kita temukan berbagai macam cara umat Islam dalam memperingati hari kelahiran Nabi saw sesuai dengan kondisi dan tradisi masing-masing.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Di antara mereka ada yang dengan cara menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim, berpuasa, melantukan syair-syair pujian kepada Nabi saw, dan bersedekah makanan kepada tetangga dan kerabatnya.<br />
Di antara sekian cara ini, yang paling terkenal di Indonesia adalah mengadakan pembacaan kitab maulid dan pengajian dengan serangkaian acaranya. Inilah yang dilakukan sebagian umat Islam di seluruh pelosok dunia dari dahulu hingga sekarang.<br />
Hal lain yang sering dipermasalahkan dan diungkit-ungkit adalah tentang iringan rebana dan syair kasidah sebagai pelengkap acara maulid.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Seperti biasa, mereka mengatakan, itu adalah hal bid&#8217;ah yang wajib dihilangkan karena mengotori syariat Islam. Sebelum kita bahas lebih lanjut, marilah kita tengok sejarah para sahabat di masa Rasulullah saw masih hidup.<br />
Kala itu, berita hijrahnya Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah telah tersebar luas. Para sahabat yang berada di Madinah tak kuasa menahan rasa rindu kepada Rasulullah saw. Setiap hari mereka menanti Nabi saw di tapal batas kota Madinah, akhirnya, saat yang dinanti-nanti pun tiba.<br />
Rasulullah saw bersama Abu Bakar ra memasuki kota madinah dengan selamat. Kegembiraan warga Madinah tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, mereka menangis bahagia menyaksikan kekasih yang dirindukan telah berada di hadapan mata.<br />
Dengan penuh cinta, wanita dan anak-anak pun menaati rebana dan melantunkan syair indah penuh makna yang abadi sepanjang masa. Dengan meriah mereka bersyair, &#8220;Thala&#8217;al badru &#8216;alainaa.. min tsaniy yatil wadaa&#8217;.. Wa jabasy syukru &#8216;alainaa.. Maa da&#8217;aal lillahidaa&#8217;..&#8221;<br />
(Telah terbit bulan purnama.. Menyinari kami dari Bukit Wada&#8217;.. Maka kita wajib bersyukur.. Karena tibanya sang da&#8217;i yang menyeru ke jalan Allah..).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Sepanjang hidupnya, Rasulullah saw tidak pernah melarang tabuhan rebana dan senandung syair yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangannya itu.<br />
Bahkan ketika Rasulullah saw tiba dari perang Tabuk, warga Madinah kembali menyambutnya dengan tabuhan rebana dan lantunan syair tersebut di atas. (Lihat Siratul Halabiyyah juz 3: 99, Zadul Ma&#8217;ad juz 1: 1297, Fathul Bari juz 8: 469).<br />
Dalam hadist lain juga diriwayatkan, bahwa ketika Nabi saw tiba dari sebuah peperangan, seorang budak wanita berkulit hitam datang menemui beliau saw sambil membawa rebana dan berkata:<br />
&#8220;Wahai Rasulullah, aku telah bernazar, jika Allah mengembalikan dirimu dalam keadaan selamat, maka aku akan menabuh rebana dan menyanyi di hadapanmu&#8221;. Rasulullah saw menjawab: &#8220;Jika kamu telah bernazar maka tunaikanlah nazarmu itu, tapi jika tidak maka jangan.&#8221; (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Wanita itupun menunaikan nazarnya, ia menyanyi dan menabuh rebana di hadapan Nabi saw cukup lama. Satu demi satu sahabat Abu Bakar, Utsman, dan Ali ra datang menemui Nabi saw, budak wanita itu tetap menabuh dan menyanyi dan Nabi mendengarkan.<br />
Ketika Umar ra tiba, wanita itu berhenti dan segera menyembunyikan rebananya dan mendudukinya, sebab ia takut kepada Umar ra yang terkenal keras dan tegas. Setelah keempat sahabat itu berkumpul di hadapan Nabi saw, beliau bersabda:<br />
&#8220;Sesungguhnya setan pasti takut kepadamu hai Umar, ketika aku duduk, wanita itu menabuh rebana. Kemudian Abu Bakar masuk, ia tetap menabuh rebana, ketika Ali masuk, ia tetap menabuh rebana. Ketika Ustman masuk ia tetap menabuh rebana.<br />
Akan tetapi, ketika kamu masuk hai Umar, wanita itu segera membuang rebananya.&#8221; (HR. Tirmidzi).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Membaca kedua hadist di atas dapat kita ambil kesimpulan. Pertama, rebana dan lantunan syair pujian sudah ada pada zaman Rasulullah saw. Kedua, Rasulullah saw tidak pernah melarang menabuh dan menyanyi (selama tidak menimbulkan syahwat dan fitnah) di masa hidupnya.<br />
Jadi, walau mungkin Rasulullah saw tidak pernah melakukan kedua hal itu selama hidupnya, tetapi karena ketika beliau mengetahui kedua hal itu tidak pernah melarangnya,<br />
maka hukumnya menjadi Sunnah Taqririyah (Sunnah karena Rasulullah melihat atau mendengar sesuatu yang dikerjakan para sahabat, tetapi beliau tidak melarangnya).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dengan demikian, maka jelaslah permasalahan seputar rebana dan syair pujian kepada Nabi Muhammad saw yang sering kita mendengar bahkan melakukannya adalah boleh.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">fahami dan renungkan jangan menelan faham ustadz-ustadz jahil &#8230;</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( anak-anak ALBAYAN )</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/42/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAKNA HADIST &#8221; JANGAN PUJI AKU SECARA BERLEBIHAN &#8220;</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/makna-hadist-jangan-puji-aku-secara-berlebihan/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/makna-hadist-jangan-puji-aku-secara-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 19:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[JANGAN PUJI AKU BERLEBIHAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/makna-hadist-jangan-puji-aku-secara-berlebihan/</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita mendengar propaganda yang melarang umat Islam memuji Nabi Muhammad saw. Di antara ucapan mereka yang tidak suka dengan amalan kita adalah, &#8220;Kita umat Islam tidak boleh mengkultuskan Rasulullah, tidak boleh memuji dan menyanjungnya secara berlebihan. Karena perbuatan itu merupakan bentuk kemusyrikan.
Mereka berpendapat seperti itu karena melihat hadist hanya sekilas teks sehingga terjadi pemahaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Sering kita mendengar propaganda yang melarang umat Islam memuji Nabi Muhammad saw. Di antara ucapan mereka yang tidak suka dengan amalan kita adalah, &#8220;Kita umat Islam tidak boleh mengkultuskan Rasulullah, tidak boleh memuji dan menyanjungnya secara berlebihan. Karena perbuatan itu merupakan bentuk kemusyrikan.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Mereka berpendapat seperti itu karena melihat hadist hanya sekilas teks sehingga terjadi pemahaman yang salah tentang itu. Rasulullah bersabda:<br />
&#8220;Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, &#8220;Hamba Allah dan Rasul-Nya.&#8221; (HR. Bukhari dan Ahmad).</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dari ucapan itu kita memahami, kalau memuji Rasul itu menurut mereka adalah mengkultuskan atau mendewakan Rasulullah saw. Sehingga mereka menganggap memuji-muji beliau (yang menurut mereka berlebihan) adalah termasuk musyrik.<br />
Ini adalah tuduhan keji dan fitnah yang berat bagi para pecinta Nabi Muhammad saw. Orang-orang itu tidak mengetahui makna dan tujuan hadist, sehingga pemahamannya salah.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Para ulama di dalam berbagai kitabnya telah menjelaskan makna hadist itu dengan gamblang. Dalam hadist tersebut Rasulullah saw tidak pernah melarang umatnya untuk memujinya dalam bentuk apapun.<br />
Yang dilarang adalah pujian yg seperti dilakukan oleh Umat Nasrani kepada Nabi Isa bin Maryam, yaitu menjadikan beliau sebagai anak Tuhan.<br />
Inilah yang dimaksud dengan pujian berlebihan yang menjadikan musyrik, bukan pujian-pujian yang seperti biasa kita dengarkan dalam acara maulid Nabi Muhammad saw.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dan hadist di atas, juga tidak boleh dipotong seenaknya sehingga membuat maksud dan tujuan hadist itu salah. Karena jika kita memotong hadist itu dengan hanya berkata &#8220;Nabi bersabda: &#8220;Jangan puji aku secara berlebihan&#8221;, maka makna dan tujuan dari hadist itu menjadi kacau.<br />
Karena dari hadist itu sebenarnya yang dilarang oleh Rasulullah saw itu bukan pujiannya terhadap beliau, tetapi adalah menjadikan beliau sebagai &#8220;anak Tuhan&#8221;, seperti yang dilakukan oleh orang nasrani terhadap Nabi Isa as.<br />
Dan sejak larangan Nabi itu disampaikan hingga saat ini, tidak pernah ada seorangpun dari kalangan umat Islam yang memuji Rasulullah saw melebihi batasannya sebagai manusia.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Sehingga benarlah apa yang disampaikan Imam Bushiri di dalam syair Burdahnya:</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">&#8220;Tinggalkan pengakuan orang Nasrani atas Nabi mereka&#8230; Pujilah beliau (saw) sesukamu dengan sempurna&#8230; Sandarkanlah segala kemuliaan untuk dirinya&#8230; Dan nisbahkanlah sesukamu segala keagungan untuk kemuliaannya&#8230;</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Karena sesungguhnya kemuliaan Rasulullah tidak ada batasnya&#8230; Sehingga takkan ada lisan yang mampu mengungkapkan kemuliaannya itu&#8230;</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">maka berfikirlah , fahamilah .. jangan menelan sebuah faham yang datang dari ustadz-ustaz jahil ..</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( anak-anak ALBAYAN )</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/21/makna-hadist-jangan-puji-aku-secara-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBONGKAR SYUBHAT WAHABISME TERHADAP NUSHUSH TAKWIL</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/15/membongkar-syubhat-kaum-wahabi-atas-nushush-takwil/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/15/membongkar-syubhat-kaum-wahabi-atas-nushush-takwil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 19:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/15/membongkar-syubhat-kaum-wahabi-atas-nushush-takwil/</guid>
		<description><![CDATA[Generasi terbaik umat ini adalah generasi pertama  yaitu generasi para sahabat dan tabi&#8217;in  mereka  generasi yang adil  generasi yang selamat  semua umat muslimin yang berada dalam kesatuan ahlu sunnah wal-jama&#8217;ah tentu mereka berada dalam pemahaman ini .   yang di timur maupun  di barat  di utara maupun di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Generasi terbaik umat ini adalah generasi pertama  yaitu generasi para sahabat dan tabi&#8217;in  mereka  generasi yang adil  generasi yang selamat  semua umat muslimin yang berada dalam kesatuan ahlu sunnah wal-jama&#8217;ah tentu mereka berada dalam pemahaman ini .   yang di timur maupun  di barat  di utara maupun di selatan . intinya dari ujung ke ujung dari tepi ke tepi sampai dari kutup ke kutup pun pasti mereka  berada dalam manhaj dan pemahaman para sahabat dan tabi&#8217;in.  hal ini sudah sangat jelas dan terang  di sabdakan oleh baginda nabi yang tak dapat di ragukan dari depan maupun dari  belakang ,  rasul al-amin bersabda:</font></p>
<p style="background-color: #993366"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"> ((  <strong>خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم )) اخرجه البخاري</strong></font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">(sebaik-baiknya generasi adalah generasi di masaku  setelah itu adalah generasi sesudahku ( genersi sahabat )  lalu generasi susudahnya ( tabi&#8217;in ) H.R. bukhori</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Namun apa boleh di kata , belakangan ini muncul  kelompok yang melebelkan dirinya sebagai salafy dan derivat-derivatnya  kelompok yang  mengaku  berada dalam pemahaman sahabat dan tabi&#8217;in ini menganggap ahlu syubhat dan ahlu bida&#8217;h yang tersesat terhadap orang-orang yang berada di luar kelompok mereka </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Katakan kepada mereka  di luar sana … juta&#8217;an dan bahkan milyaran umat muslimin berada dalam  pemahaman para sahabat dan tabi&#8217;in  tapi mereka tidak melebelkan diri sebagai salafy dan tidak pula masuk pada kelompok salafy  apakah mereka di  anggap sebagai ahlu bid&#8217;ah dan tersesat … ??? ma&#8217;adzallah khasya wa kalla</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Di syiria   mesir   sudan  maroko dan yaman bahkan di Negara-negara besar islam manapun  tidak mengenal istilah islam salafy  katakan lagi pada mereka penama&#8217;an islam salafy tidak pernah ada dan tidak pernah di kenal di masa para sahabat dan tabi&#8217;in , kalau boleh di kata penama&#8217;an islam salafy adalah perbuatan bid&#8217;ah , salafy bukan manhaj akan tetapi nisbat  yang manhaj itu adalah salafussoleh bukan salafy yang kita kenal di komunitas masyarakat sekarang .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Apa jadinya kalau  kelompok yang melebelkan dirinya sebagai salafy dan mengaku mengikuti ulama salaf ini  pada kenyata&#8217;anya tidak sesuai dan jauh berbeda dari manhaj  salafussoleh yang di gembar gemborkan  terutama masalah penetapan ta&#8217;wil dalam nushush mutasyabihat dalam al-qur&#8217;an</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dalam tulisan ini Saya membongkar doktrin mereka yang mengatakan AHLU TA&#8217;WIL adalah ahlu syubhat dan ahlu bid&#8217;ah ,  islam itu bukan berdasarkan Qola ustadz atau Qola syaikh…  akan tetapi berdasarkan Qolallahu wa Qolar-rasul<br />
Ajukan dalil pada mereka bahwa Alqur&#8217;an menetapkan takwil  majaz dan isti&#8217;arah  . Alquran adalah wahyu yang penuh dengan sastera , tidak lepas dari ilmu balaghah sebagai ilmu retorika  kesusastera&#8217;an bahasa arab<br />
ALLAH berfirman :</font></p>
<p style="background-color: #800080"><strong><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">إنا نسيناكم ) السجدة</font></strong></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( sesungguhnya kami ( ALLAH ) telah melupakan kamu )</font></p>
<p style="background-color: #800080"><strong><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">نسوا الله فنسيهم الله )) التوبة :</font></strong></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( mereka telah lupa kepada ALLAH maka ALLAH melupakan mereka )</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Perhatikan dua kalimat &#8220;LUPA&#8221; yang di nisbatkan kepada ALLAH SWT dalam ayat di atas  apakah mereka menetapkan sifat LUPA terhadap  ALLAH  ??  lalu mereka mengatakan lupanya ALLAH  tidak sama dengan sifat lupa kita .. ???    dhzohir  teks ayat di atas jika mereka menafikan TAKWIL yang sesuai dan yang pantas terhadap ALLAH serta yang sesuai dengan apa yang di maksud oleh Al-qur&#8217;an  maka mereka telah menetapkan sifat &#8220;LUPA&#8221; terhadap ALLAH swt  (subhanaka wata&#8217;ala amma tasyifuun hadza amrun bathil ) &#8221; maha suci engkau dan maha tinggi dari apa yang mereka sifatkan  ini adalah perkara bathil &#8221; sungguh penetapan sifat lupa terhadap ALLAH adalah perkara yang mungkar dan bathil  tidak dapat di terima   olah akal sehat maupun nash  dan penuh dengan perkara syubhat . ALLAH SUBHANAHU WATA&#8217;ALA dengan jelas berfirman :</font></p>
<p style="background-color: #800080"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( <strong>وما كان ربك نسيا )</strong></font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">(  dan tidaklah rabbmu lupa )  maryam :64 </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dalam sebuah hadist qudtsi yang di keluar oleh imam bukhori dan muslim rodiallahu anhu Rosulullah bersabda :</font></p>
<p style="background-color: #800080"><strong><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">عن سيدنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن الله تعالى قال : ياابن اّدم مرضت فلم تعدني, قال يا رب كيف اّعودك وأنت رب العالمين , قال : أما علمت أن عبدي فلانا مرض فلم تعده , أما علمت أنك لو عدته لوجدتني عنده  &#8230;. إلى اّخر الحديث</font></strong></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( dari sayyidina rosulillah saw  sesungguhnya ALLAH berfirman  : wahai anak cucu adam saya sakit kenapa engkau tidak mengunjungiku  ? ia berkata : wahai rabb bagaimana hamba mengunjungimu sementara engkau adalah rabb semesta  alam  ALLAH berfirman : apakah engkau tidak tau bahwa hambaku fulan sedang sakit ? akan tetapi engkau tidak mengunjunginya  tahukah engkau apabila engkau mengunjungi nya niscaya engkau menjumpaiku di sisinya  )<br />
( HR. bukhori  fil adab 517 . HR . muslim 2596 . HR. ibnu hibban 269 )</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Jelas dan terang dalam teks hadist qudsi di atas menyatakan ALLAH sakit , lalu apakah orang-orang wahabi/salafy menetapkan sifat SAKIT terhadap ALLAH … ? tanpa adanya takwil …?  Jika benar demikian maka aqidah anda adalah aqidah bathil penuh dengan kerancuan yang tidak jelas …!  lalu atas dasar inikah mereka membangun sebuah aqidah ?? lantas dengan se enaknya  memvonis ahlu syubhat dan ahlu sesat terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan keyakinan mereka..?? dan memvonis ahlu bid&#8217;ah dan sesat terhadap ulama-ulama dan para sahabat yang menakwilkanya …. ? sunguh dunia sudah terbalik aqidah ahlul haq mereka anggap sebagai aqidah ahlu syubhat dan sesat , sedang aqidah mereka ..? yang menetapkan sifat lupa dan sakit terhadap ALLAH mereka anggap sebagai aqidah yang benar …!!! NA&#8217;UDZUBILLAH TSUMMA NA&#8217;UDZUBILLAH  ..</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Jelaskan kepada mereka…!!  &#8221;  terlalu mengandalkan dalil tekstual tanpa di fahami secara akal sehat adalah ciri khas dari faham ahlu bid&#8217;ah khasyawiah mujassimah , dan terlalu mengandalkan akal dengan metode hermeneutika tanpa di dasari dalil  adalah ciri khas dari faham mu&#8217;tazilah yang jauh dari kebenaran  dan yang memadukan antara keduanya yaitu dalil dengan di pahami secara akal sehat adalah cara yang di anjurkan oleh rasul alaihis-sholatu wassalam,  dan jalan yang benar  &#8221;   dan jalan inilah yang di tempuh oleh para ulama&#8217;  yang beraqidah ahlus sunnah wal jama&#8217;ah mereka di antara nya adalah imam abu hasan al-asy&#8217;ari , imam al-maturidi dan murid-muridnya , imam al-qhodhi abi bakar al-baqilani , imam abi ali addaqqaq , imam abi tha&#8217;ib bin abi sahal assa&#8217;luki , imam al-hakim annaisaburi , imam abu bakar bin faurak , imam al-hafidz abi nu&#8217;iem al-ashbihani , imam nawawi , imam al-hafidz ibnu hajar al-astqolani  , syeikhul islam imam zakaria al-anshory imam ibnu hajar al-haitami dan masih banyak ratusan ulama-ulama ahlu sunnah tak terbilang yang berada dalam manhaj ini.. dan pada ujungnya adalah salafussoleh mufassir Al-qur&#8217;an sahabat ibnu abbas rodiyallahu anhu . apakah pakar ulama&#8217; nashirussnnah di atas yang kalian anggap sebagai ahlul syubhat dan sesat…. ??<br />
Sungguh tak ada kalimat yang pantas kami ucapkan kepada mereka selain sebuah kalimat  :</font></p>
<p style="background-color: #800000"><strong><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">قوم أصابته الفتنة فعموا وصموا</font></strong></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( kaum yang tertimpa fitnah lalu mereka buta dan tuli )<br />
Dan kami akhiri dengan sebuah firman ALLAH :</font></p>
<p style="background-color: #800000"><strong><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">إنما يفتري الكذب الذين لا يؤمنون بأيت الله وأولئك هم الكاذبون</font></strong></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan  , hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat allah dan mereka itulah orang-orang pendusta . ( an-nahl : 105 )</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Wahdina ila sabilil mubin . wassalam</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/15/membongkar-syubhat-kaum-wahabi-atas-nushush-takwil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DI LUAR WAHABI ADALAH AHLU SYUBHAT DAN SESAT</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/di-luar-wahabi-adalah-ahlu-syubhat-dan-sesat/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/di-luar-wahabi-adalah-ahlu-syubhat-dan-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 14:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/di-luar-wahabi-adalah-ahlu-syubhat-dan-sesat/</guid>
		<description><![CDATA[salah satu tokoh wahabi Abdurrahman bin hasan aal-as-syeikh mengeluarkan fatwa syubhat pensesatan dan bahkan  pengkafiran terhadap para ulama&#8217;-ulama&#8217; khalaf al-asya&#8217;iroh  dengan melontarkan tuduhan ahlul hawa , ahlut-ta&#8217;wil ,ahlul bathil ,dan ahlul bid&#8217;ah dan ujung-ujung nya adalah musyrik dan kafir 
asya&#8217;iroh yang merupakan peganggan dan rujukan mayoritas umat di Negara-negara besar islam seperti : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">salah satu tokoh wahabi Abdurrahman bin hasan aal-as-syeikh mengeluarkan fatwa syubhat pensesatan dan bahkan  pengkafiran terhadap para ulama&#8217;-ulama&#8217; khalaf al-asya&#8217;iroh  dengan melontarkan tuduhan ahlul hawa , ahlut-ta&#8217;wil ,ahlul bathil ,dan ahlul bid&#8217;ah dan ujung-ujung nya adalah musyrik dan kafir </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">asya&#8217;iroh yang merupakan peganggan dan rujukan mayoritas umat di Negara-negara besar islam seperti : Indonesia  Malaysia  mesir  Syria  maroko sudan yemen dan  negara-negara besar lainya , ini tak luput dari sasaran pensesatan  di bid&#8217;ah-bid&#8217;ahkan  bahkan mereka di tuduh ahlu syubhat yang keluar dari manhaj salaf . sangat di sayangankan kebodohan pengetahuan mereka terhadap siapa sebenarnya abu hasan al-ays&#8217;ari terbongkar manakala mereka menyatakan dalam buku-buku  atau blog/situs mereka bahwa asy&#8217;ari telah bertobat dari fahamnya menjelang akhir hayatnya  merupakan  pemalsuan sejarah riwayat </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"> asy-ari bertobat dari faham muktazilah bukan bertobat dari aqidah yang telah di yakini sesuai dengan aqidah para pendahulunya yaitu  salafussoleh semisal sayyidina ibnu abbas rodiyallahu anhuma yang juga salah satu tokoh sahabat  yang menakwilkan nushush sifatul  musyabbihat , adapun kitab terakhir beliau yaitu al-ibanah telah di monopoli dan di palsukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab mujassimah  yang menjelaskan : abu hasan al-asy&#8217;ari telah kembali kepada faham-faham mujassimah  ini adalah buhtan .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">saya akan membongkar kebohongan mereka terhadap kitab al-ibanah sebuah bukti dari kepicikan dan pengkaburan terhadap kebenaran ilmiyah  yang di susun oleh  abu hasan al-ay&#8217;ari </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">al-ibanah yang kita temukan dan di sebarkan luaskan sekarang  bukanlah kitab asli al-ibanah yang di susun oleh abu hasan al-asy&#8217;ari , ini terbukti ada pemalsuan , pengurangan dan penambahan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawap untuk mempertahankan doktrin faham-faham wahabi .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">berkata imam al-allamah al-kautsari rohimahullahu dalam kitab  &#8220;tabyinu kadzbil muftara &#8221; ( membongkar kebohongan si pendusta ) dalam meqaddimah kitab tersebut menyebutkan  sebagai berikut :</font></p>
<p style="background-color: #800080"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">((<strong>والنسخة المطبوعة في الهند من الإبانة نسخة مصحفة محرفة تلاعبت بها الأيدي الأثيمة , فيجب طبعها من أصل الموثوق ا.ه ))</strong></font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">(  nuskhah al-ibanah cetakan di india adalah lampiran-lampiran nuskhah yang di palsukan oleh permainan tangan-tangan tak bertanggung jawab  maka harus di cetak  dari sumber yang akurat  )&#8221;</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Al-kautsari melanjutkan  : pembongkaran kebusukan tokoh-tokoh mujassimah dalam memalsukan karya ilmiyah abu hasan asy&#8217;ari dalam kitab al-ibanah , di sebutkan dalam muqaddimah kitab &#8221; muqaddimatul maram min ibaratil imam &#8221; lil allamah albayadhy . menyatakan sebagai berikut  :</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">( sangat di sayangkan sekali pengguntingan  tex-tex asli karangan  abu    hasan al-asy&#8217;ari telah banyak di sebar luaskan  pencetakan kitab  al-     ibanah tidak merujuk pada sumber yang akurat . dan parahnya kitab     al-ibanah yang sudah di tambah dan di kurangi tersebut di sebar             luaskan   secara gratis atas nama &#8221; waqaf &#8221; selesai penukilan sampai      di sini .<br />
Lihat juga dalam ta&#8217;liq kitabnya  &#8221; assaifus-shoqiel &#8221; hal 155</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dan hal ini juga di benarkan oleh doctor abdurrahman badawi mendukung dari apa yang telah di katakan imam al-kautsari            lihat dalam kitabnya   &#8221; madzahibul islamiyin  : 1/ 516</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">As-syaikh wahbi ghowiji hafadzhahullahu juga tak tinggal diam dalam membongkar kebohongan pemalsuan ini: beliau berkata dalam sebuah risalahnya   yang di beri judul  &#8221;  nadzharatun ilmiyah fi nisbati kitabil ibanah jami&#8221;ihi ila al-imam abil hasan &#8221; ( pandangan ilmiyah dalam menisbatkan kitab ibanah kepada imam abi hasan ) menyebutkan : ada beberapa bukti  yang menunjukan bahwa beberapa bagian besar dalam kitab ibanah yang telah menyebar di kalangan orang-orang sekarang  tidak sah nisbatnya kepada imam al-asy&#8217;ari .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Bahkan al-hafidz ibnu asakir rahimahullahu mengutip dalam kitab &#8221; tabyinul muftara &#8221; ( membongkar kebohongan si pendusta ) dua fashal dari a-ibanah menjelaskan dengan jelas bahwa ada pemalsuan  penambahan dan pengurangan dalam tex asli kitab tersebut  .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Maka seharusnya tokoh-tokoh wahabi harus malu dan berkaca..!! tuduhan ahlu bathil  ahlu syubhat  ahlu bid&#8217;ah dan bahkan musyrik serta mengkafirkan ulama&#8217;-ulama&#8217; islam  adahal hal yang melampaui batas . ciri-ciri seperti ini tak ubahnya cara kelompok khawarij yang mengkafirkan sayyidna ali dan sayyidina mu&#8217;awiyah .karena keduanya mereka anggap tidak berhukum selain hukum ALLAH. Subhanaka hadza buhtanun adzim .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Ada lagi seorang tokoh wahabi  &#8221; sholeh bin fauzan al-fauzan dia juga turut mensesatkan imam abu hasan al-asy&#8217;ari dan para pengikutnya , tokoh dedemit ini berkata &#8221; aqidah asy&#8217;ari adalah aqidah sesat dan bukan aqidah ahlu sunnah wal jama&#8217;ah  , lihat dalam kitabnya  ( min masyiril mujaddid  fil islam hal 32 cetakan lil itfa&#8217; Riyadh .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Ketahuilah wahai syeikh … !!! dan takutlah kepada ALLAH …!!</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">1. IMAM ALBAQILANI<br />
2. IMAM AL-QUSYAIRY<br />
3. IMAM ABI ISHAQ AZ-ZAIROZI<br />
4. IMAM ABIL WAFA BIN AQIL AL-HANBALI<br />
5. IMAM ABI MUHAMMAD AL-JUWAINY<br />
6. IMAM ABIL MA&#8217;ALI IMAMUL HARAMAIN<br />
7. HUJJAT   ISLAM AL-GHOZALI.</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">ulama-ulama besar umat di atas adalah pengikut abu hasan al-asy&#8217;ari dalam hal aqidah<br />
8. IMAM FAHRUR AR-RAZI<br />
9. IMAM IBNU ASAKIR<br />
10. IMAM TAJUDDIN ASSUBKI<br />
11. IMAM IZZUDDIN BIN ABDISSALAM<br />
12. IMAM NAWAWI<br />
13. IMAM ASSUYUTI<br />
14. IMAM ABNU HAJAR AL-HAITAMI<br />
15.  ALHAFIDZ IMAM IBNU HAJAR ALTSQOLANI .</font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">tokoh-tokoh ulama&#8217; besar dan para mujtahid di atas  juga para tokoh umat yang mengikuti asy&#8217;ari , kalau mereka bukan ahlu sunnah wal jama&#8217;ah dan di anggap sebagai aqidah sesat sebagaimana yang telah di lontarkan  oleh sholeh bin fauzan al-fauzan ,lalu siapakah ahlu sunnah wal jama&#8217;ah sepanjang sejarah ??  maka ketahuilah …. Anda telah berada dalam manhaj khawarij kontemporer&#8230; !! takutlah pada ALLAH ya  syeik dan bertobatlah…!</font></p>
<p align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"> </font></p>
<p><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Alfirqatunnajiah adalah assawadul a&#8217;dhzom dalam umat ini   .</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/di-luar-wahabi-adalah-ahlu-syubhat-dan-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAKWAH SYUBHAT KAUM WAHABISME</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/dakwah-syubhat-kaum-wahabisme/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/dakwah-syubhat-kaum-wahabisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 02:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/dakwah-syubhat-kaum-wahabisme/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
بسم الله الرمن الرحيم  : الحمد لله المنزه عن الجهات المتعالى عن جميع أوصاف الحادثات  الموصوف بما وصف به  نفسه المقدسة في كتابه وعلى لسان نبيه صلى الله عليه وسلم من الفوقية والعلوية والإستواء على العرش كما أراد وكما يليق به من الكمالات , من دون اعتقاد جهة ولا تأويلات وبالوجه  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify; background-color: #800080" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"><strong>بسم الله الرمن الرحيم  : الحمد لله المنزه عن الجهات المتعالى عن جميع أوصاف الحادثات  الموصوف بما وصف به  نفسه المقدسة في كتابه وعلى لسان نبيه صلى الله عليه وسلم من الفوقية والعلوية والإستواء على العرش كما أراد وكما يليق به من الكمالات , من دون اعتقاد جهة ولا تأويلات وبالوجه  واليد والأيدي  , والعين والأعين , والنزول والهرولة  </strong><strong>والمجيئ , على ما أراد سبحانه من دون تشبيه ولا تمثيل ولا تعطيل </strong>.  اما بعد  :ا</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Merupakan virus yang perlu kita bendung apabila terjadi pengkafiran besar-besaran hanya  perbeda&#8217;an pendapat dalam hal furu&#8217;iyah  yang tidak ada sangkut pautnya dalam hal aqidah,  hal ini tak jarang kita jumpai dalam komunitas muslim, tanpa mereka sadari meninggalkan bekas  luka yang sangat dalam pada tubuh umat yang sudah tercabik-cabik oleh perpecahan ini, serta menabur api dalam sekam, fitnah perpecahan ini di hembuskan oleh faham-faham wahabi yang meng-adopsi faham hasyawiah mujassimah, memahami ayat-ayat al-qur&#8217;an secara textual serta menafikan takwil dalam ayat-ayat mutasyabihat, dengan mudah dan fasih mulut mereka mengeluarkan kalimat kafir, musyrik, sesat, ahli syubhat, penyembah kubur, dan lain sebagainya tanpa melihat dan memahami dalil yang ada, mereka berkedok meluruskan kemurnian tauhid,  padahal kalau mereka mau membuka mata lebar-lebar  dan melihat realita yang ada, tidak ada umat muslim manapun yang tidak beraqidah tauhid, ini  sudah jelas dan terang,  seterang matahari di siang bolong  ,  ulama&#8217; salaf maupun khalaf tegas mengatakan : setiap umat Muhammad yang berada di bawah kalimat &#8220;LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMDURRASULULLAH&#8221; adalah umat yang beraqidah tauhid  apabila mereka  mati dalam ke&#8217;ada&#8217;an  seperti ini ( imani  kalimat tauhid ) maka akan masuk syurga walau mereka sebagai  pelaku dosa besar,  tauhid mana yang perlu di luruskan??  ketahuilah … jika kalian gembar-gemborkan kemurnian tauhid,   sama saja halnya kalian menganggap tauhid umat ini  tidak murni dan bengkok. Jika tauhid sudah tidak murni dan bengkok  maka artinya adalah kafir  keluar dari agama,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Faham wahabi sangat keterlaluan, mereka mengatakan ahlu takwil adalah ahlu bid&#8217;ah dan ahlu syubhat, jelaskan kepada mereka ulama&#8217; mana yang mereka  ikuti? apakah mereka juga  menvonis imam bukhari  muhaddist terpercaya ahlu sunnah  sebagai ahlu bid&#8217;ah dan ahlu syubhat??</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Tanyakan lagi pada mereka..! apa pendapat mereka terhadap  al-hafidz imam ibnu hajar al-tsqolani sebagai pengarang kitab fathul bari syarah hadist bukhori?  apa kedua imam besar hadist ahlu sunnah ini adalah ahlu bid&#8217;ah dan ahlu syubhat?? jelaskan lagi kepada mereka kedua tokoh tinta emas muhaddist umat ini adalah ahlu takwil dengan penakwilan yang lurus dan benar yang tidak menyalahi ketentuan sunnah,  sungguh celaka dan buta hati mereka telah menutupi kebenaran yang terang di siang bolong,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Penakwilan imam bukhori terhadap firman ALLAH : </font></p>
<p style="text-align: justify; background-color: #800080" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"><strong>كل شيئ هالك إلا وجهه  :  قال البخاري بعد هذه الأية  : اي ملكه</strong> </font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Setiap sesuatu pasti binasa kecuali ALLAH  ( al-qashash 88 )</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Berkata imam bukhori setelah menyebutkan ayat ini : ialah mulkuhu, jelas kalimat wajhu dalam ayat di atas tidak di artikan sebagai wajah Allah, akan tetapi sebagai dzatullah ,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Namun orang-orang wahabi atau salafy  mengkritisi penakwilan imam besar  albukhori di atas dengan kalimat mereka,</font></p>
<p style="text-align: justify; background-color: #800080" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3"><strong>((   هذا لايقوله مسلم مؤم</strong>ن   ))</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Penakwilan ini tidak pernah di katakan seorang muslim yang mu&#8217;min&#8221;</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Itu artinya mereka telah mengingkari perkata&#8217;an imam albukhori dan menganggapnya bukan sebagai  seorang muslim yang mu&#8217;min sungguh suatu pengkaburan karya ilmiyah agar dapat mengkelabuhi masyarakat awam dengan slogan-slogan  &#8220;bermanhaj salaf&#8221;</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Tentang penakwilan imam bukhori ini sudah sangat jelas dan di kenal oleh kalangan ahli-ahli ilmu, karena jika kita melihat pada nashkah yang ada sekarang  tidak ada kecuali termaktub penakwilan  imam bukhori terhadap ayat mutasyabihat di atas, di samping itu.  ini adalah konsep dalil penakwilan nushush yang sudah ada pada zaman salaf  (zaman sahabat dan tabi&#8217;in) pendetailan pada pengertian makna, </font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Bagaimana mungkin mereka melontarkan  tuduhan ahlu bid&#8217;ah dan ahlu syubhat terhadap imam besar hadist ini?? sudah jelas beliau adalah salah satu imam yang berada dalam penakwilan terhadap ayat mutasyabihat? ulama manapun  mengakui tiada imam di masanya yang menandingi keilmuan hadis imam bukhori, sungguh orang-orang wahabi/salafy sangat memalukan, doktrin mereka ( &#8220;AHLU TAKWIL &#8220;adalah ahlu bid&#8217;ah dan ahlu syubhat)  adalah doktrin  fitnah yang di hembuskan untuk membuat umat ini menjadi marah, </font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Mereka tidak berhenti di situ saja, akan tetapi mereka telah berani mengeluarkan fatwa-fatwa sesat termasuk pengharaman dan pemusyrikan orang-orang bertawasul terhadap nabi Muhammad alaihis-sholatu wassalam, dan menjadikan istigotsah terhadap baginda nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam sebagai perbuatan musyrik yang mengeluarkan dari agama islam, mereka menganggap orang bertawasul sebagai penyembah kubur, subhanaka hadza buhtanun adzim, (maha suci engkau ini adalah kebohongan yang besar) dari sini  kita dapat mengukur  kedangkalan dan kepicikan akal mereka , menyamakan bertawasul dengan penyembah kubur adalah pemikiran  orang-orang bodoh dan  tolol,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Dalam konteks tawasul silahkan baca dalil-dalil ahlu sunnah waljama&#8217;ah tentang hakekat tawassul  dalam posting  kami yang lain yang telah kami jabarkan panjang lebar,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Habislah ulama&#8217;-ulama kita, tokoh-tokoh ulama&#8217; yang di akui dan muktabarah tidak luput dari sasaran pensesatan dan di bid&#8217;ahkan oleh kelompok extrim ini, bahkan aqidah ahlu sunnah wal jama&#8217;ah sekaliber imam nawawi, imam izzuddin bin abdissalam, imam tajuddin assubki, al-hafidz imam ibnu hajar al-atsqolani, dan pada ujungnya imam syafi&#8217;I rodiallahu anhum.  tidak lepas dari pensesatan dan di anggap ahlu bid&#8217;ah oleh mereka,  lantaran ulama&#8217;ulama&#8217; di atas itulah yang membagi bid&#8217;ah menjadi bid&#8217;ah hasanah dan bid&#8217;ah dholalah,</font></p>
<p style="text-align: justify" align="justify"><font face="trebuchet ms,geneva" size="3">Siapakah ulama&#8217;-ulama&#8217; islam yang tidak di hukumi ahlu bid&#8217;ah ( sesat ) oleh wahabi  ???? </font></p>
<p>WALLAHUL MUWAFIQ WAHDINA ILA SABILIL MUBIN<br />
INNAKA LAN TAHDI MAN AHBABTA WALAKINNALLAHA YAHDHI MAN YASYA&#8217;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/14/dakwah-syubhat-kaum-wahabisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIKSA TERHADAP MUSUH ALLAH ARIEL SHARON</title>
		<link>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/06/33/</link>
		<comments>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/06/33/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>albayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General Musings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albayan.hadithuna.com/2008/07/06/33/</guid>
		<description><![CDATA[Subha  nallah&#8230;.

Pembalasan  dari Allah SWT atas segala kekejaman nya, maka beringat2 kita sebagai hambaNya,  jangan sekali2 melakukan kezaliman terhadap insan lain&#8230;.!!!!
Tubuh Sharon  Membusuk Sedangkan Ia Masih Hidup
Semoga Allah SWT menimpakan Azab Nya kepada  seluruh Zionist Yahudi yang setuju terhadap pembantaian Umat Islam Palestin  &#38; Lebanon.
Tubuh Sharon  Membusuk Sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Subha  nallah&#8230;.</font></p>
<p align="left"><img src="http://i295.photobucket.com/albums/mm135/alvaen/untitled-1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /></p>
<p align="left"><font face="Trebuchet MS" size="3">Pembalasan  dari Allah SWT atas segala kekejaman nya, maka beringat2 kita sebagai hambaNya,  jangan sekali2 melakukan kezaliman terhadap insan lain&#8230;.!!!!</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Tubuh Sharon  Membusuk Sedangkan Ia Masih Hidup<br />
Semoga Allah SWT menimpakan Azab Nya kepada  seluruh Zionist Yahudi yang setuju terhadap pembantaian Umat Islam Palestin  &amp; Lebanon.</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Tubuh Sharon  Membusuk Sedangkan Ia Masih Hidup<br />
</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Diberitakan  bahawa para doktor di Hospital Hadasa telah memasukkan Ariel Sharon (Bekas PM  Israel yang Yahudi)ke ruang operasi untuk dilakukan pembedahan. Ia memiliki luka  membusuk dan tidak sedarkan diri selama beberapa minggu. Operasi tersebut  dilakukan untuk menyambung bahagian-bahagian ususnya yang telah membusuk dan  telah menyebar ke bahagian tubuh lain.<br />
Demikianlah kita saksikan keadaan  musuh Allah Subhanahu Wata&#8217;ala dan musuh islam yang gemar menumpahkan  darah.</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Penyumbatan  yang terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di sekujur  tubuh.</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Ini sebagai  akibat penindasannya terhadap umat Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang  berlangsung terus menerus siang dan malam. Akhirnya ia menderita  kelumpuhan di  seluruh tubuhnya dan tidak bisa menggerakkannya walaupun hanya  menggerakkan  mata. Dialah yang memimpin para tentara untuk menyerang Sinai dan Lebanon . ia  juga yang menyembelih para tawanan Mesir. Saat ini ia tidak sedar sama sekali  dan tidak mengetahui sekelilingnya.</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Akhirnya Allah  Subhanahu Wata&#8217;ala memperlihatkan kepada kita keadaan thaghut yang suka  menumpahkan darah ini dengan ayat-ayat Allah Subhanahu Wata&#8217;ala yang agung,  iaitu membusuknya jasad sedangkan ia masih hidup.</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS" size="3">Demikianlah,mereka (para doktor) akan mengamputasi  anggota tubuhnya satu demi satu hingga terakhir sedangkan ia masih  hidup.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Benarlah  firman Allah SubhanahuWata&#8217;ala :&#8221;Kami akan memperlihatkan kepada mereka  tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,  sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur&#8217;an itu benar  &#8220;(Fushilat:53)</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"><font face="Trebuchet MS">* Tambahan dari penulis : Berdasarkan berita terbaru minggu  ini sampai saat ini Sharon masih koma (tidak sedarkan diri) dalam ruang  ICU.</font></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albayan.hadithuna.com/2008/07/06/33/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
