DAKWAH SYUBHAT KAUM WAHABISME
بسم الله الرمن الرحيم : الحمد لله المنزه عن الجهات المتعالى عن جميع أوصاف الحادثات الموصوف بما وصف به نفسه المقدسة في كتابه وعلى لسان نبيه صلى الله عليه وسلم من الفوقية والعلوية والإستواء على العرش كما أراد وكما يليق به من الكمالات , من دون اعتقاد جهة ولا تأويلات وبالوجه واليد والأيدي , والعين والأعين , والنزول والهرولة والمجيئ , على ما أراد سبحانه من دون تشبيه ولا تمثيل ولا تعطيل . اما بعد :ا
Merupakan virus yang perlu kita bendung apabila terjadi pengkafiran besar-besaran hanya perbeda’an pendapat dalam hal furu’iyah yang tidak ada sangkut pautnya dalam hal aqidah, hal ini tak jarang kita jumpai dalam komunitas muslim, tanpa mereka sadari meninggalkan bekas luka yang sangat dalam pada tubuh umat yang sudah tercabik-cabik oleh perpecahan ini, serta menabur api dalam sekam, fitnah perpecahan ini di hembuskan oleh faham-faham wahabi yang meng-adopsi faham hasyawiah mujassimah, memahami ayat-ayat al-qur’an secara textual serta menafikan takwil dalam ayat-ayat mutasyabihat, dengan mudah dan fasih mulut mereka mengeluarkan kalimat kafir, musyrik, sesat, ahli syubhat, penyembah kubur, dan lain sebagainya tanpa melihat dan memahami dalil yang ada, mereka berkedok meluruskan kemurnian tauhid, padahal kalau mereka mau membuka mata lebar-lebar dan melihat realita yang ada, tidak ada umat muslim manapun yang tidak beraqidah tauhid, ini sudah jelas dan terang, seterang matahari di siang bolong , ulama’ salaf maupun khalaf tegas mengatakan : setiap umat Muhammad yang berada di bawah kalimat “LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMDURRASULULLAH” adalah umat yang beraqidah tauhid apabila mereka mati dalam ke’ada’an seperti ini ( imani kalimat tauhid ) maka akan masuk syurga walau mereka sebagai pelaku dosa besar, tauhid mana yang perlu di luruskan?? ketahuilah … jika kalian gembar-gemborkan kemurnian tauhid, sama saja halnya kalian menganggap tauhid umat ini tidak murni dan bengkok. Jika tauhid sudah tidak murni dan bengkok maka artinya adalah kafir keluar dari agama,
Faham wahabi sangat keterlaluan, mereka mengatakan ahlu takwil adalah ahlu bid’ah dan ahlu syubhat, jelaskan kepada mereka ulama’ mana yang mereka ikuti? apakah mereka juga menvonis imam bukhari muhaddist terpercaya ahlu sunnah sebagai ahlu bid’ah dan ahlu syubhat??
Tanyakan lagi pada mereka..! apa pendapat mereka terhadap al-hafidz imam ibnu hajar al-tsqolani sebagai pengarang kitab fathul bari syarah hadist bukhori? apa kedua imam besar hadist ahlu sunnah ini adalah ahlu bid’ah dan ahlu syubhat?? jelaskan lagi kepada mereka kedua tokoh tinta emas muhaddist umat ini adalah ahlu takwil dengan penakwilan yang lurus dan benar yang tidak menyalahi ketentuan sunnah, sungguh celaka dan buta hati mereka telah menutupi kebenaran yang terang di siang bolong,
Penakwilan imam bukhori terhadap firman ALLAH :
كل شيئ هالك إلا وجهه : قال البخاري بعد هذه الأية : اي ملكه
Setiap sesuatu pasti binasa kecuali ALLAH ( al-qashash 88 )
Berkata imam bukhori setelah menyebutkan ayat ini : ialah mulkuhu, jelas kalimat wajhu dalam ayat di atas tidak di artikan sebagai wajah Allah, akan tetapi sebagai dzatullah ,
Namun orang-orang wahabi atau salafy mengkritisi penakwilan imam besar albukhori di atas dengan kalimat mereka,
(( هذا لايقوله مسلم مؤمن ))
Penakwilan ini tidak pernah di katakan seorang muslim yang mu’min”
Itu artinya mereka telah mengingkari perkata’an imam albukhori dan menganggapnya bukan sebagai seorang muslim yang mu’min sungguh suatu pengkaburan karya ilmiyah agar dapat mengkelabuhi masyarakat awam dengan slogan-slogan “bermanhaj salaf”
Tentang penakwilan imam bukhori ini sudah sangat jelas dan di kenal oleh kalangan ahli-ahli ilmu, karena jika kita melihat pada nashkah yang ada sekarang tidak ada kecuali termaktub penakwilan imam bukhori terhadap ayat mutasyabihat di atas, di samping itu. ini adalah konsep dalil penakwilan nushush yang sudah ada pada zaman salaf (zaman sahabat dan tabi’in) pendetailan pada pengertian makna,
Bagaimana mungkin mereka melontarkan tuduhan ahlu bid’ah dan ahlu syubhat terhadap imam besar hadist ini?? sudah jelas beliau adalah salah satu imam yang berada dalam penakwilan terhadap ayat mutasyabihat? ulama manapun mengakui tiada imam di masanya yang menandingi keilmuan hadis imam bukhori, sungguh orang-orang wahabi/salafy sangat memalukan, doktrin mereka ( “AHLU TAKWIL “adalah ahlu bid’ah dan ahlu syubhat) adalah doktrin fitnah yang di hembuskan untuk membuat umat ini menjadi marah,
Mereka tidak berhenti di situ saja, akan tetapi mereka telah berani mengeluarkan fatwa-fatwa sesat termasuk pengharaman dan pemusyrikan orang-orang bertawasul terhadap nabi Muhammad alaihis-sholatu wassalam, dan menjadikan istigotsah terhadap baginda nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam sebagai perbuatan musyrik yang mengeluarkan dari agama islam, mereka menganggap orang bertawasul sebagai penyembah kubur, subhanaka hadza buhtanun adzim, (maha suci engkau ini adalah kebohongan yang besar) dari sini kita dapat mengukur kedangkalan dan kepicikan akal mereka , menyamakan bertawasul dengan penyembah kubur adalah pemikiran orang-orang bodoh dan tolol,
Dalam konteks tawasul silahkan baca dalil-dalil ahlu sunnah waljama’ah tentang hakekat tawassul dalam posting kami yang lain yang telah kami jabarkan panjang lebar,
Habislah ulama’-ulama kita, tokoh-tokoh ulama’ yang di akui dan muktabarah tidak luput dari sasaran pensesatan dan di bid’ahkan oleh kelompok extrim ini, bahkan aqidah ahlu sunnah wal jama’ah sekaliber imam nawawi, imam izzuddin bin abdissalam, imam tajuddin assubki, al-hafidz imam ibnu hajar al-atsqolani, dan pada ujungnya imam syafi’I rodiallahu anhum. tidak lepas dari pensesatan dan di anggap ahlu bid’ah oleh mereka, lantaran ulama’ulama’ di atas itulah yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah,
Siapakah ulama’-ulama’ islam yang tidak di hukumi ahlu bid’ah ( sesat ) oleh wahabi ????
WALLAHUL MUWAFIQ WAHDINA ILA SABILIL MUBIN
INNAKA LAN TAHDI MAN AHBABTA WALAKINNALLAHA YAHDHI MAN YASYA’
July 14th, 2008 at 6:18 am
assalamualaikum
dalam kontek ini saya sebagai inin memberikan komentar yang berbeda. bahwa kita sebagai manusia tidak pantas menakwilkan sifat sifat allah. kami menerima apa yang terdapat dalam hadis tanpa menakwilkan. anda boleh bilang saya adalaha oarng yang textual. tap inilah aqidah ahlusunnah. aqidah para salaf.
Nabi bersabda dalam konteks hadits budak perempuan yang cukup populer: “Di mana Alloh?” Budak tersebut menjawab, “(Alloh) di atas langit.” Akan tetapi bukan berarti maknanya Alloh berada di dalam langit, sehingga langit itu membatasi dan meliputi-Nya. Keyakinan seperti ini tidak ada seorang pun ulama salaf dan ulama yang mengatakannya; akan tetapi mereka semuanya bersepakat Alloh berada di atas seluruh langit ciptaan-Nya. Dia bersemayam (tinggi) di atas ‘Arsy, terpisah dari makhluk-Nya; tidak terdapat sedikit pun unsur Dzat-Nya di dalam makhluk-Nya, begitu pula, tidak terdapat sedikit pun unsur makhluk-Nya di dalam Dzat-Nya.
Malik bin Anas pernah berkata:
إن الله فَوْقَ السماء، وعلمه فِي كلّ مكان
“Sesungguhnya Alloh berada di atas langit dan ilmu-Nya berada (meliputi) setiap tempat.
July 14th, 2008 at 6:55 am
WALAIKUMSALAM WARAHMAH , SALAMUN ALA MANIT-TABA’AL HUDA
berkata imam al-hafiz Abdurrahman bin jauzi al-hanbali: para ulama’ menetapkan bahwa: allah tidak di liputi langit dan bumi serta tidak berwilayah , adapun hadist budak perempuan (jariyah ) tersebut , adalah pengakuan dengan isyarah kelangit, sebagai keagungan pencipta yang maha tinggi,
serta bertanya rosul dengan kalimat dimana allah (aina) itu karena rosul memahami, bahwa budak perempuan ini seorang ajami{ bukan orang arab } , yang belum mempunyai kesempurna’an pemahaman terhadap bahasa arab, sehingga rosul bertanya , atas kadar yang mudah di fahami oleh budak perempuan tersebut,
alhafidz abdurrahman aljauzi melanjutkan :
bahwa : saya percaya dengan pasti dan kepercaya’an yang tinggi bawa : nabi Muhammad afdolussolatu wassalam tidak pernah mengatakan :”ainal llah “(dimana allah ) dengan dalil-dalil yang menunjukan sebagai berikut :
1. berlawanan dengan hadist mutawatir , bahwa : nabi dalam mengukur
standart keislaman seseorang dengan dua kaliamat sahadat , apabila ia sudah bersahadat maka haram harta dan darahnya , beliau tidak pernah menetapkan harus mengatakan allah ada di langit setelah sahadat ,
2. nabi dalam menjelaskan rukun iman dalam hadist su’al (tanya jawap jibril ),tidak
menyebutkan harus beri’tiqot atau berkeyakinan allah ada di atas langit .
3. aqidah : “ainallah” fis sama’ . tidak sabit dalam tauhid/aqidah , serta
ada unsur kesirikan , bagaimana mungkin nabi sifati orang yang beraqidah semacam ini dengan muslim , sedangkan kaum musrik saja ber’I'tiqod allah ada di atas langit juga,
allah menceritakan dalam ayatnya , tentang tokoh mujassamah yang mengira allah ada di atas langit : fir’un .
يهمن ابن لي صرحا لعلي أبلغ الأسباب , أسباب السموات فأطلع إلى إله موسى وإني
لأظنه كذبا وكذالك زين لفرعون سوء عمله وصدّ عن السبيل( غافر :36-37)
Allah jelaskan dalam ayat ini :bahwa orang yang mengira allah menitis dan berada di langit telah buntu dari jalan ma’rifat .
adapun penakwilan terhadap ayat mutasyabihat , mungkin anda kurang mendalami atau mungkin anda tidak mengetahui.. ketahuilah sahabat ibnu abbas radiallahu anhu menakwilkan ayat-ayat mutasyabihat. ini adalah ulama salaf generasi pertama ,sebagaimana yang rasul do’akan padanya ( allahumma faqqihhu fiddien wa’allimhu at-ta’wil ) ” ya allah fahami dia dalam agama dan ajari dia TAKWIL ” kalau saya jabarkan disini mungkin kolomnya tdk muat , silahkan baca post kami di kolom yang lain ,
ان الله فوق السماء وعلمه في كل مكان
imam malik mengatakan kalimat fauqa ( di atas ) dalam kalimat ini adalah bermakna uluwul haqiqi ( ketinggian secara haqiqat ) bukan uluwul makani ( bukan ketinggian secara tempat ) sebagaimana yang anda fahami ,
sebaiknya antum fahami firman allah
ولله المشرق والمغرب فأينما تولوا فثم وجه الله إن الله واسع عليم
” dan kepunya’an ALLAH timur dan barat maka kemanapun kamu menghadap disitulah ALLAH sesungguhnya ALLAH maha luas rahmatnya lagi maha mengetahui ( al-baqarah : 115 )
SYUKRAN
July 14th, 2008 at 7:07 am
ASSALMUALAIKUM.
sebelumnya saya ucapkan bnyak-banyak terima kasih pada albayan ,
saya hanya mengomentari, kemungkinan faham-faham mujissmah seperti wahaby dan derivat-derivatnya terlalu dangkal seakan-akan akal mereka tak dapat di ajak komprmi untuk berfikir logic dan sehat , benarlah kalau mereka di katakan jumud ,
mungkin cuma itu coment saya ,
thanks buat albayan yang ikut andil dalam memaparkan kebenaran di atas kebatilan ,
July 15th, 2008 at 2:55 pm
SAMA-SAMA thanks juga buat abu salman atas comentnya
July 20th, 2008 at 11:49 pm
Assalamu’alaikum buat albayan, saye nak coment, jika orang-orang wahabi berkeyakinan allah berada di atas langit, lalu apa bedanya dengan fir’un yg mengira allah menitis di atas langit? Wahabi payah … !