AL-BAYAN

TINGKATKAN KREASI TEGAKKAN SUNNAH NABI

SYIAH ABDULLAH BIN SABA’

Posted in General Musings on May 15, 2011 by albayan
Fenomena Masyarakat Bukan Saja Berkutit Di Seputar Makanan Dan Kemiskinan, Namun Masalah Keyakinan Dan Aqidah Lebih Teruk Dan Lebih Membawa Kepada Efek Yang Sangat Membahayakan, Hal Seperti Ini Terkadang Di Anggapnya Sebuah Fenomena Yang Ringan, Bagi Orang Yang Tidak Memiliki Dasar Agama Yang Kuat, Kebanyakan Orang Di Sekitar Kita Memandang Fenomena Ini Sebagai Hal Yang Biasa-biasa Saja, Sehingga Tak Heran Jika Orang Berfaham Sesat Berkembang  pesat layaknya Jamur Membanjiri Di Negeri kita Indonesia. Dan Tanpa Di sadari Orang Yang Dekat Di Sekitar Kita, Entah Itu Tetangga Kita, Sahabat Kita Bahkan Anggota Keluarga Kita Terseret Kepada jebakan Lingkaran Iblis, Sesat Dan Menyesatkan.

Ada Beberapa Faktor Kenapa Mereka Mudah Terseret Kepada Kubangan Iblis (Faham-faham sesat) .
a. Faktor Kejahilan
b. Faktor ekonomi
c . Faktor kondisi Terpaksa Oleh Situasi Dan Keadaan

Allah Berfirman Di Dalam Al-Qur’an :

لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Mereka punya hati tapi tidak paham tentangnya, mereka punya mata tapi tidak melihatnya, mereka punya pendengaran tapi tidak mendengarnya, mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 179).
Setiap Tubuh Itu Pasti Mengidap  Penyakit, Entah Itu Penyakit Luar Maupun Penyakit Dalam, Penyakit Luar Kita Kenal Sebagai penyakit Dzahir, Sedang Penyakit Dalam Kita Kenal Sebagai Penyakit Batin, Begitu Pula Dengan Tubuh Islam, Karena Kemurnian dan kejayaan Agama Islam ini Maka Sudah Pasti Akan Banyak Musuh-Musuh Islam Yang Berusaha Untuk Merongrong dan mengerogoti-nya Demi Untuk Meruntuhkan Agama Yang Kita Cintai Ini, Baik Itu Dalam Segi Aqidah Maupun Dalam Segi Mu’amalah, Entah Itu Dari Luar, Maupun Dari Dalam. Mereka Semua Itu Penyakit, Yaitu Penyakit Di dalam Tubuh Islam.

Musuh Islam Yang Dari Luar, Dengan Mudah Kita Kenali, Yaitu “Orang-orang Kafir”

Namun Musuh Islam Yang Dari Dalam  Sulit Kita Mendeteksi,  Sebab Mereka Memakai Jubah Islam, Berpakaian Dengan Pakaian Ala Islam, Berjenggot, Lidahnya Paling Fasih Membaca Al-qur’an Dan Hadist, Syahadatnya Paling Lancar,  Mereka Inilah  ”Orang-Orang Munafik” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Tidak Menyikapi Dengan Tindakan Gegabah Dalam menghadapi Musuh Islam Dalam Selimut Ini Di Awal-awal Kebangkitan Islam, Tidak Seperti Terhadap Orang Yang Sudah Jelas kekafiran nya, Rasulullah Bersikap Tegas, Bahkan Jika Perlu Perang Di Laksanakan,  Namun Terhadap Orang-Orang Munafik. Tidak, Sebab Orang Munafik Menyembunyikan Kekufuran Dan Menampakkan Keimanan.  Inilah Yang Paling berbahaya”
Bagaimana Cara Kita Menyikapi Dan Mengetahui Orang Munafik Yang Mengajak Sesat kepada Orang-Orang Di Sekitar Kita..??  Maka Terlebih Dahulu Kita  Harus Mengetahui Jalan Fikrah mereka.

Dalam Islam Ada Dua kelompok Yang Menjadi Duri Yang Selalu Menusuk Kedalam dada Kaum Muslimin,  Yaitu Kelompok Wahabi Dan Kelompok syiah. Dua Kelompok Ini Selalu Menjadi Benalu dan Api Dalam Sekam, Dua Kelompok Ini Yang Senantiasa Menebar Fitnah Dan Menebar Keonaran Dalam Kehidupan kaum Muslimin. Sebab Dua Kelompok Ini Mengaku Sebagai Kelompok Yang Paling Benar, Wahabi Dengan Wahabinya, Syiah Dengan Syiahnya,  Di Luar Wahabi Di Anggapnya Sebagai Kufur dan Musyrik,  Begitu Juga Dengan Syiah , Di Luar Syiah Di Anggap Sebagai Nashibi Yang Harus Di perangi dan di tumpas .

Namun Pada Tulisan Kali Ini Kami Tidak Berbicara Banyak Tentang Wahabi, Insyaallah Kami Kupas Di Tempatnya Bi Idznillah,

Syiah Adalah Sebuah Sekte Islam Yang Di Pelopori Oleh Abdullah Bin Saba’ Seorang Tokoh Yahudi Yang Masuk islam , Kendati Orang Syiah Modern Mengingkari Atas Keberadaan Abdululah Bin saba’ Ini Namun Kisah Abdulullah Bin saba’ Tertulis Dengan Jelas Tidak Terhapus Di Dalam kitab-Kitab Mereka.

وقال سعد بن عبد الله الأشعري القمي في معرض كلامه عن السبئية: (السبئية أصحاب عبد الله بن سبأ، وهو عبد الله بن وهب الراسبي الهمداني، وساعده على ذلك عبد الله بن خرسي وابن اسود وهما من أجل أصحابه، وكان أول من أظهر الطعن على أبي بكر وعمر وعثمان والصحابة وتبرأ منهم) (المقالات والفرق)، (20


” berkata Sa’ad Bin Abdulullah Al-Asy’ari Al-qummi Dalam Mengomentari Tentang keberada’an  Abdullah Bin Saba’  ” Sab’iyah Adalah  teman-teman Abdulullah Bin Saba’ Dia Adalah Abdullah Bin Wahab Arrasibi Alhamdani, Pmbantunya Adalah Abdullah khirsi dan ibnu aswad, keduanya adalah teman dari abdullah bin saba’ , dialah orang pertama yang menampakkan Pencacian Terhadap Abu Bakar, Umar dan Usman dan Kepada Para sahabat, Serta Dia Berlepas Diri Dari Mereka ( Al-maqolat wal firaq, 20)
Itu Cuma Salah Satu Bukti Tentang Kebenaran Keberadaan Abdullah Bin Saba’ Di Dalam Kitab Mereka, Yang Sebenarnya Masih Banyak Lagi Kitab Syiah Yang Menulis Mengakui Keberadan Abdullah Bin Saba’ .
Jadi Pelopor Pertama Yang Meletakkan Pondasi Aqidah Syiah Adalah Seorang Tokoh Yahudi Yang Masuk Islam Bernama Abdulullah Bin Saba’.

Terlampau Banyak Penyelewengan Aqidah Yang Di usung Oleh Kaum Syiah, Insyallah Kita Bongkar Bersama-sama Penyelewengan Aqidah Syiah Yang Telah Menebarkan Virus-nya Kedalam Hati Anak-Anak Bangsa Yang Masih Awam Dan Minimnya Pengetahuan Mereka Tentang Agama Islam, Disini Saya Hanya Meletakkan Sebuah Inti Paling Dasar, Yaitu Aqidah Syiah Memang Benar-Benar Bersumber Dari Abdullah Bin Saba’ Berangkat Dari Sini Kita Akan Mempertanyakan Aqidah-Aqidah Syiah Yang Lain Yang Menurut Perhitungan Orang Berakal, Akan Nampak jelas Konyol dan Lucu Karena Penyimpangan Aqidah Yang Mereka Imani sangat terang ganjilnya.

“Wallahu A’lam Bis-showab”
bersambung-

KEWAJIBAN BERTAUBAT

Posted in General Musings on July 13, 2010 by albayan

Kewajiban bertaubat adalah perkara yang pasti di sebutkan didalam beberapa hadist dan ayat al-qur’an, dan secara terang benderang dapat di lihat oleh cahaya penglihatan orang yang mau membuka mata bashirah-nya. Allah melapangkan dada seseorang dengan cahaya keimanan sehingga ia mampu meraih cahaya yang ada di depan nya ketika ia berada dalam gelapnya kejahilan yang butuh penuntun dalam setiap langkah. Dalam sebuah perjalanan seseorang itu ada yang buta dan ada yang dapat melihat, orang buta butuh kepada penuntun yang dapat menunjukkan di setiap langkahnya, sedangkan orang yang dapat melihat, sedari awal ia telah mampu memapaki jalan nya dan dapat menunjuki dengan dirinya sendiri. Begitu juga perjalanan menuju agama, ada yang buta dan ada yang dapat melihat, orang lalai tak akan mampu melintasi taqlid dalam setiap langkahnya, sehingga dalam setiap langkah ia perlu mendengarkan nash-nash dari kitab Allah dan sunnah rasul nya. Orang beruntung adalah orang yang di beri kelapangan oleh Allah di dalam dadanya menuju agama islam. Ia berada di atas cahaya tuhan sehingga ia mudah menangkap walau dengan isyarah yang paling rendah kemudian terbitlah cahaya al-qur’an dan iman dalam hatinya. Dengan cahaya yang kuat dalam batin nya itu ia mampu memahami walau dengan penjelasan yang paling ringan. Ibaratkan minyak zaitun yang dapat menyinari kendati tidak di sentuh oleh api, ketika di sentuh oleh api maka ia menjadi cahaya di atas cahaya, dan Allah akan menunjuki siapa saja yang ia kehendaki kepada cahaya-nya. Dan hal ini tidak perlu kepada nukilan nash-nash dari setiap kejadian nya. Siapa saja yang berada dalam posisi seperti ini apabila ingin mengetahui kewajiban bertaubat maka hendaklah pertama-tama yang ia lakukan adalah melihat taubat itu dari kacamata cahaya bashirah, kemudian ia harus melihat perihal sebuah kewajiban, apa makna dari wajib itu ?? lalu kumpulkan antara makna wajib dan makna taubat, maka ia akan melihat secara nyata sebuah ketetapan wajibnya bertaubat tanpa ada keraguan. Oleh sebab itu ia harus mengetahui makna wajib untuk sampai kepada kebahagiaan dan selamat dari kebinasaan yang abadi. Sebab apabila kita menghubung-hubungkan sebuah keberuntungan dan kecelakaan dengan melakukan atau meninggalkan sesuatu, maka melakukan atau meninggalkan sesuatu itu tidak berarti keberuntungan atau kecelakaan wajib berlaku. Artinya, jika kita melakukakan perbuatan baik maka wajib kita beruntung, dan apabila kita meniggalkan perbuatan baik maka wajib kita celaka, tidaklah demikian. Salahlah perkataan dan anggapan orang “ wajib berlaku” dengan alasan, bahwa apabila tidak di wajibkan keberuntungan dan kecelakaan terhadap apa yang di lakukan dan apa yang di tinggalkan ,di masa sekarang atau di masa yang akan datang maka mempersibukkan diri dengan semua itu adalah sia-sia. Baik perbuatan itu di wajibkan kepada kami atau tidak di wajibkan.
Ketika ia mengetahui makna dan arti dari wajib maka ia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya ia merupakan perantara menuju kebahagiaan abadi, maka dapat di ketahui sesungguhnya tiada kebahagia’an di dalam surga yang dapat menyamai dari berjumpa dengan Allah swt, dan tiada yang bisa membuat ia jauh berjumpa dengan Allah kecuali mengikuti syahwat dan mencintai dunia yang fana ini serta berlebihan mencintai sesuatu yang sudah pasti akan berpisah, dan tidak ada yang dapat membuat dekat untuk berjumpa dengan Allah kecuali memutuskan hubungan dengan dunia yang rendah ini dan menghadap kepada Allah secara keseluruhan mengharapkan cintanya dengan selalu menyebut nama Allah serta menanamkan rasa mahabbah dengan selalu melihat keagungan dan keindahan Allah melalui batas kemampuan-nya. Dan dapat di ketahui pula sesungguhnya perbuatan dosa itu sebenarnya adalah keberpalingan dari Allah swt dengan mengikuti pengikut-pengikut syaitan yang merupakan musuh-musuh Allah, dan ia jauh dari sisi Allah sebab ia terhalang jauh dari Allah swt. Dari sini tidak dapat di ragukan, berpaling dari jalan yang jauh adalah wajib untuk menuju kepada jalan yang dekat. Dan berpaling dari jalan yang jauh akan sempurna apabila di iringi oleh ILMU, PENYESALAN, dan KEINGINAN, karena selama ia tidak mengetahui perbuatan dosa yang menjadikan ia jauh dari orang yang ia cintai maka ia tak akan pernah merasa MENYESAL dan tak akan pernah menyadari bahwa dirinya sudah berada di tempat yang sangat jauh. Selama ia tidak merasa menyesal maka ia tak akan pernah bisa kembali. Makna KEMBALI adalah meninggalkan dan keinginan maksudnya adalah “[meninggalkan perbuatan maksiat dan berkeinginan untuk tidak lagi mengulangi perbuatan maksiat itu]” tak di ragukan lagi ketiga makna tersebut [ ILMU, MENYESAL, BERKEINGINAN] merupakan keharusan agar supaya sampai kepada orang yang ia cintai. Seperti inilah apabila iman di peroleh oleh bashirah. Dan orang yang tidak bisa menempatkan dirinya kedalam tempat yang tinggi maka taqlid dan ittiba’ adalah wadah dan solusi agar terhindar dari kebinasa’an.
Catatlah apa yang telah di firmankan oleh Allah swt dan yang telah di sabdakan oleh rasulnya saw. serta catat perkataan yang bersumber dari ulama salafussoleh.
Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وتوبوا إلى الله جميعا أيه المؤمنون لعلكم تفلحون [النور : الاية : ٣١

Artinya:
Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Ayat ini adalah sebuah perintah yang bersifat umum.
Dan Allah berfirman :

ياأيهاالذين امنو توبو إلى الله توبة نصوحا [ التحريم : الاية : ٨

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,
Makna dari nasuha adalah : murni maksudnya, murni hanya semata-mata karena Allah tanpa aib dan cacat, di ambil dari kata nashihah.

Serta firman Allah yang menunjukkan keutama’an taubat adalah :

إن الله يحب التوابيين ويحب المتطهريين [البقرة :الاية : ٢٢٢

Artinya :
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Dan mari kita simak sabda nabi yang sangat indah ini :

التائب حبيب الله والتائب من الذنب كمن لاذنب له

Artinya : orang yang bertaubat adalah kekasih-kekasih Allah, dan yang bertaubat dari dosa adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa
Dan rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda :

الله أفرح بتوبة العبد المؤمن من رجل نزل في أرض دوية مهلكة معه راحلته عليها طعامه وشرابه فوضع رأسه فنام نومة فاستيقظ وقد ذهبت راحلته فطلبها حتى إذا اشتد عليه الحر والعطش أوماشاءالله قاأرجع إلى مكاني الذي كنت فيه فأنام حتى أموت ، فوضع رأسه على ساعده ليموت ، فاستيقظ فإذا راحلته عنده عليها زاده وشرابه ، فاالله تعالى أشد فرحا بتوبة العبد المؤمن من هذا براحلته

” artinya : Allah lebih bergembira atas taubatnya seorang hamba yang mukmin daripada seorang lelaki yang berhenti singgah di suatu tempat sedang tempat itu penuh oleh penyakit yang membinasakan, dan ia bersama tunggangan nya memuat bekal makanan dan minuman, kemudian ia merebahkan kepalanya dan tertidur pulas, ketika ia bangun ia tidak menjumpai tunggangan nya lagi. Sehingga ia mencarinya sampai ia merasa sangat panas dan sangat haus atau sampai pada batas kehendak Allah. Ia berkata : saya akan kembali lagi ketempatku semula dan biarkan saya tidur sampai saya mati. Kemudian ia merebahkan kepalanya di atas lengan-nya siap untuk mati. ketika ia terbangun, tahu-tahu tungganganya yang berisi bekal makanan dan minuman tadi sudah ada kembali lagi di dekatnya, maka gembira Allah atas taubatnya seorang hamba yang mukmin melebihi dari gembiranya lelaki dengan tunggangan nya ini.
Telah di riwayatkan oleh sayyidina hasan katanya : ketika Allah menerima taubat nabi Adam alaihissalam para malaikat memberikan tahniah kepadanya. Malaikat jibril dan mika’il turun mendatangi nabi Adam alaihissalam dan keduanya berkata : “ wahai Adam engkau telah bergembira karena Allah telah menerima taubatmu, berkata nabi adam alaihissalam, wahai jibril jika setelah taubat ini saya di perkenankan bertanya, maka di manakah tempatku ?? maka Allah mewahyukan kepada nabi Adam alaihissalam, wahai Adam, aku wariskan kepayahan dan keletihan, dan aku wariskan kepada mereka TAUBAT, barangsiapa yang memanggilku maka akau menjawabnya, sebagaimana aku menjawabmu, barangsiapa yang minta ampun kepadaku maka aku tidak akan pelit dengan memberikan ampun kepadanya, sebab sesungguhnya aku dekat dan dzat yang maha menerima. Wahai Adam.. aku bangkitkan orang bertaubat dari dalam kuburnya dengan wajah berseri dan tertawa dan doa mereka di kabulkan.
Hadist dan atsar yang menjelaskan wajibnya taubat tidak terhitung, serta ijma’ ulama menetapkan itu semua yakni wajibnya bertaubat. Maksudnya wajib sadar bahwa sebenarnya dosa-dosa itu adalah membinasakan dan menjauhkan dari Allah swt, dan meyakini hal ini sebenarnya masuk dalam lingkup keimanan, akan tetapi sayangnya telah di nodai oleh kealpa’an dan kelupa’an. Dan maksud dari ilmu itu sendiri adalah menghilangkan kelupa’an itu, apabila ia ingat dari kelupa’an-nya maka ia ia sadar dan tahu, inilah ILMU. Dan para ahli dalam kalangan ulama’ tidak ada beda pendapat dalam hal ini, yaitu wajib menghilangkan ke alpa’an dan kelupa’an sehingga ia sadar kembali. Dan termasuk dari maksud dan maknanya adalah “ meninggalkan perbuatan maksiat seketika itu juga serta keinginan yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan itu kembali dan mencoba memerbaiki kelalaian yang pernah di lakukan, dan itu tidak di ragukan lagi wajibnya. Menyesal dan bersedih dari perbuatan yang pernah ia lakukan adalah wajib karena itu adalah inti dari ruh taubat, maka akan sempurna penyucian diri.

MENYESAL BAGIAN DARI TAUBAT

Posted in General Musings on July 13, 2010 by albayan

Hujjatul islam Imam algozali menyebutkan dalam sebuah kitab nya ihya’ ulumuddin katanya:

فالمتجرد للخير ملك مقرب عند الملك الديان ، والمتجرد للشر شيطان ، والمتلافى للشر بالرجوع إلى الخير بالحقيقة إنسان

“orang yang hanya melakukan kebaikan tanpa ada kekurangan sedikitpun maka itu adalah malaikat, dan yang hanya melakukan keburukan secara terus menerus tanpa henti itu adalah syaitan, dan yang berusaha untuk memperbaiki kesalahan dengan kembali kepada kebaikan maka itulah hakekat dari manusia “ sebab dalam tanah pembuatan manusia itu di campuri oleh kotoran-kotoran yang di sertai oleh tabiat atau karakter, maka setiap hamba sah saja apabila di nisbatkan kepada malaikat, atau kepada adam, atau kepada syaitan. dan Orang bertaubat telah menegakkan bukti keabsahan nisbatnya kepada nabi adam dalam kapasitasnya sebagai manusia. adapun orang yang terus menerus melakukan kezaliman maka penisbatan dirinya tercatat kepada syaitan. sedangkan keabsahan penisbatan kepada malaikat dengan senantiasa berada dalam kebaikan yang murni tanpa ada cela dan cacat sedikitpun maka itu keluar dari batas kemungkinan. Sebab keburukan dan kebaikan itu telah di kelola dalam watak pembawa’an manusia dengan pengelola’an yang sempurna keduanya tak akan terbebas kecuali di bakar oleh salah satu dari dua unsur api. 1. api penyesalan 2. dengan api neraka jahanam. Membakar dengan api adalah merupakan suatu keharusan dalam membebaskan elemen manusia dari kejelekan dan keburukan syaitan. Dan anda di beri dua opsi dalam memilih dua api yang paling ringan, api penyesalan atau api neraka jahanam. Bersegeralah memilih kepada yang paling ringan di antara dua opsi keburukan sebelum hamparan memilih di lipat gandakan, yang akhirnya menggiring kepada tempat keterpaksaan, yaitu ke surga atau ke neraka. manakala taubat mempunyai posisi sangat penting dalam agama maka posisi ini wajib di dahulukan didalam permula’an seperempat munajat dengan menjelaskan hakikat taubat, syarat-syarat taubat, sebab-sebab taubat, tanda-tanda taubat dan buah hasil dari taubat, serta penyakit yang dapat mencegah dari taubat, dan obat mudah menuju taubat. Dan itu akan di terangkan dengan menyebutkan empat rukun taubat sebagai berikut.
1. Rukun pertama : inti taubat, menjelaskan batas-batas hakekatnya, bahwa sesungguhnya taubat itu wajib dengan segera, dan wajib di lakukan oleh siapa saja dalam setiap situasi dan kondisi. Sebab apabila taubatnya benar maka ia di terima.
2. Rukun kedua : dari apa taubat itu di lakukan, yaitu dari dosa-dosa, menjelaskan pembagian-pembagian dosa yang terbagi ke dalam dosa kecil dan dosa besar serta dosa yang berkaitan dengan manusia dan dosa yang berhubungan dengan hak Allah swt. menjelaskan bagaimana cara membagi tingkatan-tingkatan terhadap kebaikan dan kesalahan serta menjelaskan sebab-sebab yang membuat dosa kecil menjadi dosa besar.
3. Rukun ketiga : menjelaskan syarat-syarat taubat dan juga senantiasa berada dalam taubat, bagaimana cara memperbaiki kezaliman yang telah lampau, bagaimana cara menghapus dosa-dosa. menjelaskan kompertemen orang-orang yang bertaubat dan senantiasa menetapi dalam taubat.
4. Rukun ke empat : sebab yang membangkitkan untuk taubat, bagaimana cara mengobati melepaskan keterikatan orang pendosa yang melakukan dosa secara terus menerus.

INTI HAKEKAT DAN BATAS-BATASAN TAUBAT

Taubat adalah ibarat dari arti yang tersusun dari tiga untaian . yaitu tersusun dari ILMU, KEADA’AN, dan PERBUATAN. Ilmu adalah yang pertama kemudian di susul oleh yang kedua yaitu keadaan, dan perbuatan adalah yang ketiga. Yang pertama mengharuskan kepada yang kedua, dan yang kedua mengharuskan kepada yang ketiga, keharusan yang menuntut kepada mengikuti peraturan-peraturan Allah dalam kerajaan-nya yang agung (malakut).
Ilmu : adalah mengetahui besar bahaya dosa-dosa yang merupakan penghalang antara hamba dengan semua orang yang ia cintai. Ketika ia tahu bahwa dosa adalah penghalang antaranya dengan orang yang ia cintai oleh pengetahuan yang sebenar serta dengan keyakinan yang menguasai hatinya maka akan timbul rasa sakit didalam hati di sebabkan oleh kehilangan orang yang ia cintai itu, sebab manakala hati merasa kehilangan orang yang di cintainya, maka ia merasa sangat sakit. apabila orang yang ia cintai itu hilang di sebabkan oleh perbuatan nya maka ia akan merasa sangat sedih atas perbuatannya itu. Dan ini dinamakan sebagai MENYESAL. Apabila rasa sakit itu sangat kuat dan menguasai hati hingga ia membangkitkan kepada situasai yang lain maka ini di namakan sebagai kemauan dan keinginan untuk melakukan perbuatan yang berkaitan dengan masa sekarang, masa lampau dan masa yang akan datang. Adapun yang behubungan dengan masa sekarang. Maka dengan meninggalkan perbuatan dosa yang sedang ia lakukan , dan yang berhubungan dengan masa yang akan datang, adalah dengan berniat secara bersungguh-sungguh untuk tidak melakukan dosa lagi yang menyebabkan hilangnya orang yang Ia cintai sampai pada akhir hidupnya. Dan yang berhubungan dengan masa lampau adalah dengan memperbaiki kesalahan dengan menggantinya atau mengqadha’ apabila ia bisa untuk di ganti.
Ilmu adalah yang paling utama sebab ia sumber dari segala kebaikan, yang saya maksud dengan ilmu disini adalah “ IMAN dan YAQIN” . IMAN adalah ibarat dari mempercayai bahwa sesungguhnya dosa-dosa itu adalah racun yang mematikan, sedang YAQIN adalah ibarat dari memperkuat kepercaya’an itu serta menguasainya kedalam hati dan menafikan keraguan dari hati. sehingga cahaya-cahaya iman ini berbuah ketika rasa penyesalan muncul di dalam hati. Dan hati menjadi sakit manakala ia melihat bahwa terbitnya cahaya iman menjadi terhalang dari orang yang ia cintai. seperti ia terhalang oleh sinar matahari sedang ia berada didalam kegelapan, kemudian cahaya matahari itu bersinar kembali oleh tersingkapnya awan atau terbukanya penghalang sehingga ia dapat melihat orang yang ia cintai kembali. sedang ia-nya berada di tepi kehancuran. Maka berkobarlah api cinta yang membara didalam hatinya. Dan api cinta ini yang membangkitkan kemauan untuk bangun memperbaiki kembali.
kemudian, ilmu, menyesal, dan kemauan yang berhubungan dengan meninggalkan kesalahan pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang serta memperbaiki kesalahan yang telah lalu untuk mencapai keberhasilan adalah mempunyai tiga makna secara berurutan, dinamakan taubat apabila berkumpul ketiga-tiganya, taubat lebih banyak di gunakan atas makna MENYESAL. Sedangkan ilmu di jadikan seperti terdahulu dan yang akan datang, sedangkan meninggalkan perbuatan maksiat adalah hasil buahnya, dan pengekor di kemudian hari. Dengan ibarat ini bersabda nabi Muhammad saw. الندم التوبة : menyesal itu adalah taubat,karena menyesal itu tak akan lepas dari ilmu yang mewajibkan dan membuahkan hasilnya .

KEADILAN TUHAN DALAM MENERIMA TAUBAT

Posted in General Musings on July 13, 2010 by albayan

Maha besar Allah dengan segala kasih sayangnya . maha besar Allah yang tiada bosan-bosan menerima taubat seorang hamba, kendati berulangkali melakukan perbuatan dosa namun ia tak peduli tetap mau memaafkan dan mengampuni hambanya manakala ia kembali bertaubat lagi. Pada zaman bani Israel dahulu ada seorang lelaki yang berlaku zalim, sampai para penduduk sekitar tak mampu menentang kezaliman yang ia perbuat. hingga sampailah sebuah pengaduan kepada Nabi Musa Alaihissalam tentang perilaku dan perbuatan lelaki zalim tersebut. Nabi musa berdoa kepada Allah untuk meminta sebuah petunjuk, maka Allah memberinya petunjuk dan memerintahkan agar lelaki itu di asingkan dan di buang di sebuah tempat yang sangat asing dan jauh dari keramaian manusia, sehingga hiduplah ia dalam keadaan terkucil dan terasing jauh dari keluarga, isteri dan anaknya. Saat ia merasa seorang diri, merasa hidup dengan kehampaan dan kekosongan, terasing tak ada satupun manusia berada di dekatnya dan jatuh dalam keadaan sakit, perlahan bibirnya bergerak bermunajat dan menyeru kepada Allah, wahai tuhan, andaikan isteriku berada disisiku saat ini, tentu ia akan menangis dan merawatku dengan kelembutan, andaikan ibuku ada di sisiku tentu ia akan mengela dan megusap keringat yang mengalir di dahiku, andaikan anak-anakku berada di sisiku tentu mereka akan meratap dan menangis sambil memapahku berjalan, namun wahai Tuhan.. sekarang mereka tidak ada lagi di sisiku, aku hidup terasing, hanya engkau Tuhanku dan Engkau tumpuhan hidupku, hanya engkau yang aku harapkan untuk berbelas kasihan kepadaku, hanya engkau yang aku harapkan pengampunan dan rahmatmu, maka ampunilah hamba ya Tuhan, dan matikan hamba dalam ridhomu. Tak lama kemudian lelaki itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Lelaki itu mati meninggal, tak ada satu orangpun yang memandikan dan mengkafani mayat lelaki itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa, wahai Musa pergilah ke tempat ini di tempat itu ada seorang hamba termasuk dari wali-wali Allah meninggal tak ada yang memandikan dan mengkafani, mandikanlah ia, kafani dan kuburkan. Begegas nabi musa pergi ke tempat itu, setelah sampai ia menemukan mayat seorang lelaki yang di kelilingi oleh para malaikat. Ketika Nabi Musa mengenali wajah lelaki tersebut ia berseru kepada Allah, wahai tuhanku, bukankah lelaki ini yang dulu Engkau perintahkan untuk di buang dan di asingkan karena kezaliman yang ia perbuat tiada terkira ?? maka Allah berfirman, wahai musa sesungguhnya ia telah BERTAUBAT dan taubat seorang hamba dari kesalahan nya sama seperti orang yang tiada menanggung dosa. Rahasia Tuhan tak ada yang bisa menerka dan mengetahui.
di kisahkan pada zaman bani Israel, ada seorang atheis yang tidak percaya tentang keadilan dan kekuasaan Allah, suatu ketika ia istirahat di bawah pohon beringin yang rindang untuk menghindari sengatnya panas matahari, saat ia sedang menikmati angin sepoi-sepoi di bawah pohon beringin, tak sengaja ia memerhatikan daun dan buah pohon beringin, ia bergumam dalam hati, memang benar tuhan itu sebenarnya tidak Adil, pohon beringin yang akar pohonya besar dan kuat serta daun nya sangat lebat dan rindang ini namun buahnya kecil, seharusnya jika akar pohonnya besar dan kuat serta daun nya lebat dan rindang, tentu buahnya juga besar-besar . namun kenyataan nya malah kebalikan nya. Sementara di sana ada pohon kelapa yang daun nya kecil-kecil dan jarang-jarang tapi buahnya besar-besar, seharusnya buah pohon kelapa itu kecil mengingat daun nya juga kecil. Sejurus kemudian ia terlelap tertidur, pada saat ia asik tidur, buah beringin jatuh persis mengenai batang hidungnya. Tak ayal lagi ia tersentak kaget bangun , saat rasa kagetnya belum hilang, akalnya mulai berfikir. Dan bergumam, seandainya buah beringin itu besar-besar sebesar buah kelapa, tentu batang hidung saya akan amblas masuk kedalam. Mungkin disini letak mengapa Allah menjadikan buah pohon beringin kecil-kecil, karena pohon beringin yang daun nya lebat dan rindang banyak di gunakan oleh orang-orang yang berada dalam perjalanan untuk di jadikan sebagai tempat beristirahat, sementara pohon kelapa tak ada orang yang menjadikan sebagai tempat peristirahatan. Belum habis ia berfikir tiba-tiba ia terlelap tertidur lagi. Dalam tidur nya ia bermimpi berjumpa dengan salah satu utusan tuhan dari langit, utusan tuhan itu berkata : wahai fulan, jika engkau ingin lebih dalam lagi mengetahui rahasia keadilan tuhan maka pergilah ke puncak gunung itu, di sana engkau akan menjumpai seorang abid yang beribadah selama 3 tahun tiada henti. Kabarkan kepadanya bahwa dia adalah bagian dari penduduk api neraka. Setelah kamu berjumpa dengan orang itu, maka bergegaslah kamu ke sebuah hutan ini, di sana engkau akan menjumpai seorang perampok ia menyamun selama 3 tahun, kabarkan kepadanya bahwa ia bagian dari penduduk surga. Tersentak ia kaget bangun dari mimpinya, dengan rasa heran ia berkata, jika mimpi itu benar adanya, maka saya harus protes kepada tuhan, karena ketidak adilan yang tuhan perlihatkan kepada saya, saya akui masalah buah pohon beringin dan buah pohon kelapa keadilanya sudah terjawab dan saya rasakan keadilan nya oleh batang hidung saya, namun mimpi itu sangat tidak masuk akal, namun kendati demikian masih penuh dengan misteri yang membuat penasaran untuk di singkap. Dengan rasa penasaran yang sangat ia bergegas pergi ke sebuah gunung sesuai dengan petunjuk dalam mimpinya itu. Benar saja ia menjumpai seorang abid yang sedang sujud, selama ia menunggu si abid tersebut belum mengangkat kepala dari sujudnya, sehingga ia menegur dan memberinya salam, mendengar suara orang menegur si abid mengangkat kepalanya dari sujud dan menyempurnakan solatnya setelah itu baru ia menghampiri orang yang datang, seraya ia berkata : ada apakah gerangan sehingga engkau mengangguku yang sedang sujud kepada tuhan ku ?? tidakkah engkau ketahui bahwa saya sedang sujud memuji tuhan ku ?? di kaun ini tak akan pernah engkau jumpai seseorang beribadah kepada tuhan nya secara terus menerus melebihi dari ibadahku. Karena saya beribadah di tempat yang sunyi ini selama 3 tahun. Tentu saya lebih baik dan lebih di terima oleh tuhan daripada orang-orang yang ada di kampung sana. Demikian tutur si abid tersebut sebelum si ethais bertanya.
Mendengar penuturan si abid yang panjang lebar sebelum ia bertanya apa-apa. Ia berdecak kagum sambil ia berkata : “ wahai abid, sesungguhnya aku dalam pencarian menemukan keadilan tuhan, dalam mimpiku seorang utusan tuhan datang menemuiku dan memberi kabar bahwa sesungguhnya engkau adalah penghuni penduduk neraka. Benarkah itu ?? mendengar penuturan si etheis tersebut sepontan ia marah dan murka, seraya berteriak. Wahai tuhan ?? beginikah balasan mu setelah aku menyembahmu selama 3 tahun ?? sungguh engkau tuhan yang keji. Mulai saat ini saya tak akan sudi menyembahmu lagi karena engkau adalah tuhan yang tak tahu balas budi setelah di sembah 3 tahun, seraya ia pergi dan berlalu. Mendengar penuturan murka si abid tersebut kepada tuhan nya, si ethais tersentak kaget dan terheran-heran. Dari sini ia menyadari tentang rahasia-rahasia keadilan tuhan, benar dan adil jika tuhan memasukkan si abid terebut kedalam api neraka. Karena ia sudah menjadi seorang yang murtad. Tak lama kemudia ia menjumpai si abid tersebut tewas meninggal karena tergelincir dari gunung dan jatuh kedasar jurang. Beginilah nasib dari seorng abid yang merasa dirinya lebih baik dan lebih unggul dari orang lain karena ibadahnya, dan ia mati dalam keadaan su’ul khotimah, wal iyadzu billah. Selanjutnya ia meneruskan perjalanan menuju hutan sesuai petunjuk dalam mimpinya itu. Di tengah hutan ia menjumpai rombongan orang yang sedang di rampok. Bergegas ia menghampiri kejadian perampokan itu. Semua orang menyerahkan harta bendanya tak terkecuali, emas, perak, kuda, dan bahan bekal lain nya yang di bawa oleh rombongan itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Setelah semuanya terjadi maka tinggallah ia seorang diri terpaku menyaksikan perampokan itu. Ketua perampok datang menghampiri seraya menyentak : “ serahkan harta bendamu atau kamu akan pulang tanpa tangan dan kaki “ si etheispun tersadar dari keterpakuan nya. Dan ia menjawab “ sesungguhnya saya tidak membawa bekal dan harta apapun. Tapi saya membawa kabar gembira. Kabar apakah yang engkau bawa wahai miskin?? Sentak si ketua perampok. Sesungguhnya saya dalam pencarian untuk menemukan keadilan tuhan, sampai datang kepadaku sebuah mimpi yang membuatku terheran-heran sampai saat ini. Dalam mimpi itu datang seorang yang mengaku sebagai utusan tuhan dari langit. Dan ia memberikan kabar untuk di sampaikan kepadamu. “Kabar apakah itu” ?? Tanya si perampok dengan penuh penasaran. Bahwa ia mengabarkan sesungguhnya engkau adalah penghuni penduduk surga . demi mendengar itu si perampok menggigil dan pedang jatuh dari tangan nya. Benarkah apa yang telah engkau kabarkan ??? Tanya si perampok memastikan. Lalu ia tersungkur jatuh dengan anggota tubuh yang bergetar hebat, hingga dahinya menyentuh tanah, seraya ia berseru.. wahai tuhan ku. Sedemikian besarkah keagungan kasih mu sehingga mau memasukkan seorang perampok yang menyamun selama 3 tahun kedalam surgamu ?? sedemikian besarkah pengampunan mu terhadap diri yang nista ini yang penuh dengan noda dan dosa?? wahai tuhan ku sungguh diri ini sangat hina di hadapan mu, saya malu kepadamu lantaran perbuatan hamba yang najis dan kotor. Hati ini sangat terharu mendengar kabar dari seorang lalaki yang ethais yang tidak percaya keberadaan dan keadilanmu. Ya Allah saya bersimpuh di hadapan mu dengan segala pengakuan dosa yang pernah hamba perbuat. Saya sujud di hadapan mu demi untuk memperoleh ampunan magfirahmu yang agung. Mulai saat ini saya bertaubat kepadamu dan berjanji tak akan mengulangi perbuatan kotorku lagi, serta hamba akan kembalikan semua harta yang bukan milik hamba. Ampuni hamba wahai tuhan ku. Melihat apa yang telah di lakukan oleh perampok itu si etheis berdecak kagum hingga hatinyapun ikut bergetar, sampai ia melihat seorang perampok sujud kembali di hadapan tuhan nya dengan air mata darah saking dari besarnya penyesalan yang ada dalam dirinya. Subhanallah… ternyata Allah itu maha adil dan maha bijak, rahasia-rahasia keadilan tuhan itu sulit di tangkap oleh nalar dan pengetahuan manusia , sehingga tersingkaplah rahasia di balik kekuasaan dan keadilan Allah . perlahan dan lirih bibir lelaki etheis itu bergerak dan bergetar seraya berucap. MAHA ADIL ENGKAU YA TUHAN MULAI DETIK INI SAYA BERIMAN KEPADAMU dan saya beriman terhadap keadilan mu mulai dari buah pohon beringin sampai kepada perampok yang BERTAUBAT. Maha besar engkau dan maha adil engkau.

HAMBA YANG TERNODA

Posted in General Musings on July 12, 2010 by albayan

Allah maha bijak, ia yang menciptakan perbuatan dan juga menciptakan balasan, makna yang tekandung di balik, ya arhamar-rohimin sangat luas, apabila di bahas tak akan cukup pena di tumpahkan. Sebab sifat ampunan tuhan lebih luas dari sifat murkanya, sifat belas kasih tuhan lebih besar dari sifat marahnya. Sebab itu al-qur’an berbicara“

إن الله غفور الرحيم

“ artinya sesungguhnya Allah itu maha pengampun lagi maha belas kasih.
Al-qur’an banyak mengatakan

“إن الله رؤوف الرحيم “

artinya : sesungguhnya Allah itu maha bijak dan maha belas kasih.
Aku bukan seorang yang suci, dosa-dosaku terlampau banyak, noda dan kotoran menempel di hati dan perbuatanku, kendati demikian tak ingin diriku menjadi seorang munafik, walau lebel fasik bersandang di pundakku, tapi diri ini masih mempunyai keinginan untuk menghapus lebel fasik itu dari dahi dan pundakku ??
Sebuah pertanyaan yang perlu di jawab secara detail dan proposional, akankah orang fasik berubah menjadi hamba suci ?? bisakah belatung berubah menjadi kupu-kupu ?? dalam hukum akal pasti itu mustahil terjadi, namun hukum tuhan melintasi akal manusia, terkadang sesuatu yang tidak dapat di terima oleh nalar dan akal itu bisa terjadi jika kita sandarkan kepada kodrat dan keinginan tuhan. Aku yakin dan percaya, perubahan itu pasti bisa terwujud, manakala keinginan sangat kuat di imbangi oleh usaha dan kerja keras . Allah menegaskan :

إن الله لا يغيرما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم

“ sesungguhnya Allah tak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka merubahnya sendiri .
Sebuah ungkapan prinsip arab menyatakan :من جد وجد  ” artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya. Siapa yang ingin berubah pasti akan menghasilkan nasib yang baik, manusia kotor dapat berubah menjadi manusia suci, penjahat bisa berubah menjadi polisi, preman bisa berubah menjadi kyai. Itulah yang aku harapkan. Namun jangan lupa, manusia suci juga bisa berubah menjadi manusia kotor, polisi juga bisa berubah menjadi penjahat, dan kyai juga bisa berubah menjadi preman apabila nafsu mereka di kuasa oleh jerat dan jebakan iblis, sebab akhir dari hidup manusia siapa yang bisa menebak dan mengetahui, karena semua itu merupakan bagian dari rahasia-rahasia Tuhan. Dari sini agama mengajarkan kepada kita untuk selalu berbaik sangka terhadap sesama, sifat Tawadhu’ dengan tidak merendahkan dan tidak meremehkan orang lain serta tidak merasa dirinya lebih baik dan lebih sempurna dari orang lain adalah bagian dari yang di ajarkan oleh agama. Dari uraian di atas diriku yang kotor dan hina serta penuh dengan noda lagi nista mempunyai harapan perubahan itu terjadi, masih ada jalan dan pintu taubat, selama kita masih mau kembali kedalam jalan kebaikan dan kebajikan, ketika aku berada di rumah abangku, aku merenung dan berfikir terhadap fenomina yang aku alami, sejurus kemudian kumelihat rak yang di penuhi oleh kitab-kitab, aku tebarkan pandanganku menulusuri kitab-kitab yang ada, dan terakhir pandanganku terhenti pada sebuah kitab karangan Imam besar Abad 800-an yaitu Ihya’ Ulumuddin penyusun Abu Hamid Al-ghazali aku ambil kitab itu keluar dari rak laci, perlahan aku buka lembar perlembar, dan aku buka pada bagian daftar isi yang tertera di bagian belakang kitab itu, pandanganku tertuju kepada sebuah fasal BAB TAUBAT, sejurus aku baca perlahan dengan khidmat dengan penuh perenungan. Di sana aku menjumpai sebuah hadist yang sangat indah dan sarat dengan makna kehidupan yang dapat mengangkat manusia nista menjadi manusia terhormat, orang ternoda dapat di angkat menjadi orang mulya, sungguh sangat indah, dan mampu membuat spirit baru bagi kehidupanku yang aku rasa buram dan kelam. Kira-kira maksud dari Hadist itu berbunyi :

“ Sesungguhnya Allah lebih senang daripada seorang lelaki yang kehilangan bekalnya, manakala ia berada dalam perjalanan dan hendak beristirahat tidur, tahu-tahu bekal bawaan-nya raip, sehingga ia mencari kesana kemari namun tidak menjumpainya, saat ia berputus asa dan tak ada harapan lagi untuk menemukanya ia hendak tidur lagi kembali ke tempat istirahat tadi sampai ia mati. Namun tiba-tiba ketika ia terbangun bekal bawa’anya sudah ada lagi di dekatnya. Bagaimanakah perasaan orang ini..?? tentu sangat senang tiada terkira, maka Allah lebih senang dari orang ini terhadap hambanya yang kembali BERTAUBAT.
Subhanallah … Luar biasa.. sangat luar biasa… sungguh indah maksud dan isi yang terkandung dalam hadist ini.

di jalan ini…

Posted in TENTANG KAMI on January 17, 2010 by nurhubana

cinta-islam-267x300

Di sana.. ada cita dan tujuan

yang membuatmu jauh ke depan

di kala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja

cintamu masih lincah melesat

jauh melampaui ruang dan masa…

Ketika mereka mengungkapkan kata cinta

tasbih menyebut kebesaranNya nyata di bibir, hadir di hati yang tercalar

Ujian demi ujian tabah ditempuh dengan keyakinan bahawa inilah bukti cinta

Walau ada yang coba menghalang

malah ada yang coba memujuk untuk undurkan diri

tetapi kekuatan cinta melebihi segalanya malah semakin menebal ukurannya

kerna rahasia hati itu hanya mereka yang tahu

dan bisikan syahdu pengobat rindu berlafaz di setiap sujud…

Lalu di sepertiga malam terakhirnya

engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu

melanjutkan mimpi indah yang belum selesai

dengan cita yang besar, tinggi dan bening

dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati…

cinta yang engkau dambakan hadir demi menuju cinta yang teragung…

dengan lingangan airmata kesabaran menempuh hari-hari yang akan datang

dengan harapan untuk bersama-sama berjuang…

teruslah melangkah di jalan ini

menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,

menipiskan kejahilan, menyeru kepada iman…

walau duri merentaskan kaki

walau kerikil memecah telapak

>
walau panas membakar diri

sampai engkau lelah, sampai engkau payah

sampai keringat dan darah tumpah…

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum

dan akan tetap menyokongmu

di jalan cinta para pejuang…

DAMPAK DARI PERBUATAN MAKSIAT

Posted in General Musings on January 15, 2010 by albayan
  • dalam kema’siatan itu berdampak  buruk lagi tercela hal itu dapat membahayakan hati dan badan.  dampak keburukanya  akan dapat dirasakan di dunia maupun di akhirat dan itu tidak dapat  mengetahuinya kecuali ALLAH saw.

dampak buruk  dari perbuatan ma’siat itu antara lain adalah :

  1. terhalangnya ilmu, sebab ilmu merupakan nur(cahaya) yang ALLAH anugerahkan kedalam hati, sedangkan ma’siat adalah kegelapan yang dapat memadamkan nur itu.  manakala imam syafi’i belajar kepada imam malik, ketika beliau membaca di depan imam malik, beliau ta’jub dan kagum atas kecerdasan dan ketangkasan imam syafi’i dalam memahami pelajaran, maka imam malik berkata: sesungguhnya aku melihat engkau di anugerahi nur oleh ALLAH di dalam hatimu, maka jangan engkau padamkan dengan kegelapan ma’siat . berkata imam syafi’i : saya pernah mengadu kepada imam waqi’ atas lemahnya daya  hafalanku # maka beliau memberiku petunjuk  untuk meninggalkan ma’siat . ia berkata : ketahuilah sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya # dan cahaya allah tidak akan pernah  di berikan kepada orang-orang yang ahli ma’siat.
  2. terhalangnya rezeki  : telah di sebutkan dalam musnad imam ahmad ” sesungguhnya rezki seorang hamba terhalang lantaran ma’siat yang menimpanya, sebagaimana ketakwa’an kepada ALLAH melancarkan rezeki, maka dengan meninggalkan ketakwa’an akan berdampak kepada kefakiran.
  3. kebuasan dan keganasan yang ada dalam hati si pelaku ma’siat. antara dia dan allah tidak menemukan keseimbangan dan tidak menemukan kelezatan dalam beribadah sama sekali, seandainya kenikmatan dunia di kumpulkan kepadanya maka  ia tidak akan menemukan kepuasan hati . hal ini tidak dapat di rasakan kecuali oleh orang yang  hatinya terdapat hati yang hidup. seandainya di peringatkan atas dampak kebuasan dan keganasan jika tidak meninggalkan perbuatan dosa tersebut  maka orang yang masih mempunyai akal akan meninggalkan perbuatan itu dengan pilihan dan kesadaran.
  4. keganasan dan kebuasan antara si pelaku ma’siat dengan orang lain, terutama terhadap orang-orang baik. semakin bertambah keganasan itu, semakin jauh dia dari orang-orang baik dan semakin jauh pula berkumpul dan bergaul dengan nya, sehingga ia terhalang untuk memetik buah kemanfa’tan dari orang-orang baik tersebut. akibatnya ia semakin dekat dari kelompok syaitan menurut kadar kejauhannya dari kelompok ALLAH dzat yang maha pengasih. maka kebuasan dan keganasan tersebut akan semakin menguasai dan semakin kuat sehingga berdampak buruk kepada isterinya, anak-anaknya, saudara dan kerabatnya sampai akhirnya ia hancur oleh dirinya sendiri. berkata sebagian ulma’ salaf : aku pernah melakukan kemaksiatan kepada allah , setelah itu aku jumpai dampak perangai yang tidak baik terhadap hewan tungganganku dan isteriku.
  5. urusan dan perkaranya menjadi sulit, setiap kali ia hendak menyelasaikan urusanya maka ia menemukan jalan yang buntu atau menemukan  kesulitan sehingga tidak dapat teratasi, hal ini sebagaimana  orang yang bertakwa kepada ALLAH maka ALLAH akan menjadikan semua urusanya menjadi mudah, barangsiapa yang menyia-nyiakan takwa maka semua perkara dan urusanya menjadi sulit dan rumit. hal yang sangat aneh…!! bagaimana seorang hamba dapat menemukan pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup dan jalanya sulit lagi sukar sementara dia tidak tau dari mana datangnya kebaikan tersebut…???

13

BAHAYA DOSA TERHADAP HATI SEPERTI RACUN DALAM TUBUH

Posted in General Musings on January 15, 2010 by albayan

mari kita berfikir, mengingat kembali tentang sebuah penyakit yang apabila kita biarkan maka akan membuat  kehancuran  bagi kehidupan seorang hamba di dunia maupun di akhirat,

sepatutnya kita sadar dan mengetahui bahwa perbuatan dosa dan ma’siat adalah sumber dari malapetaka yang membahayakan. bahayanya terhadap hati seperti racun dalam tubuh sesuai dengan tingkatan beda kemudharatan, tidak ada keburukan dan penyakit  melainkan penyebab dari semua itu adalah bermuara dari dosa dan ma’siat.

apa penyebab bapak-ibu kita keluar dari surga rumah kelezatan, kenikmatan dan kebahagia’an kepada rumah kesengsara’an, kesusahan serta tempat dari segala musibah???  tak lain adalah dosa dan ma’siat.

apa penyebab iblis di usir dari keraja’an langit,  di usir dan di laknat . bentuknya di rubah luar  – dalam hingga berubah menjadi bentuk yang sangat buruk lagi menyeramkan, dan batinya  lebih buruk lagi  lebih menyeramkan daripada bentuk  luarnya. dari dekat berubah menjadi jauh, dari rahmat menjadi laknat, dari indah menjadi jelek, dari surga menjadi keneraka, dari iman menjadi kufur, dari pemimpin yang di cintai menjadi seorang musuh yang paling  di benci, dari yang suka bertasbih dan mensucikan allah dan bertahlil, berubah menjadi kekufuran,kemusyrikan,kema’siatan, kepalsuan, kebohongan,serta keburukan. maka terhina di hadapan ALLAH di puncak kehina’an, jatuh di mata ALLAH di dasar jurang kenista’an, kebohonganya adalah kebohongan yang paling besar, dan jadilah ia pemimpin dari orang-orang fasiq dan penjahat yang rela di pimpin oleh iblis setelah mereka menjadi seorang hamba yang terhormat. maka jauhkan kami wahai tuhan dari menyelisih perintahmu dan melakukan laranganmu.

apa penyebab tenggelamnya penduduk  bumi sampai air menjulung tinggi ke puncak gunung-gunung ???

apa penyebab datangnya angin badai ke kaum aad sehingga mereka di campakkan ke permuka’an bumi dengan keadaan mati mengenaskan bak daun kurma gugur berjatuhan ???  rumah, ladang, tumpanganya di luluh lantakkan , sehingga ia menjadi palajaran bagi ummat sampai hari kiamat . semua itu tak lain adalah bermuara dari perbuatan dosa dan maksiat. wahai tuhan kami kami akui telah banyak dosa yang kami perbuat . maka ampunilah … telah bnyak pelanggaran yang kami lakukan maka jangan sampai itu menjadi penghalang nikmatmu, penghalang dari terkabulkan doa kami … bukakanlah pintu magfirahmu sehingga kami bersimpuh di hadapanmu dengan segala pengakuan… astagfirullah robbal baraya, astagfirullah minal khothoya . robbi zidni ilman naafi’an wa waffiqni amalan maqbulan .

16

ANJURAN PARA ULAMA SALAF DAN KHALAF UNTUK BERMAULID

Posted in MAULIDURRASUL on July 21, 2008 by albayan

Dewasa ini umat Islam terpecah dalam berbagai aliran dan perbedaan pendapat yang saling menyalahkan. Begitu juga telah terjadi perbedaan yang tak asing lagi.
Bagi orang-orang yang pengetahuannya tentang ilmu agama kurang maka semua permasalahan itu seharusnya diserahkan kepada para ulama yang lebih dalam pengetahuannya tentang agama dan telah terbukti kesahihannya dari zaman ke zaman.
Allah swt berfirman:

إنما يخشى الله من عباده العلماء إن الله عزيز غفور

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir/35: 28).

Dan Rasulullah saw bersabda:

إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورث دينارا ولادرهما إنما ورثوا علما

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad).

Sehubungan dengan ayat dan hadist di atas ini, Allah sendiri telah menyuruh kepada kita agar bertanya kepada ulama (ahli zikir) yang berilmu, bertakwa, dan mengamalkan ilmunya jika terjadi masalah atau tidak mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. Firman Allah:

فاسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl: 43 dan Al Anbiya: 7).

Untuk itu, agar permasalahan seputar maulid nabi ini lebih jelas, maka perhatikanlah pendapat para ulama yang telah banyak jasanya dalam mengembangkan agama Islam di bawah ini.

1.”Andaikata aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka akan aku dermakan semuanya untuk menyelenggarakan pembacaan maulid Rasul.” (I’anathuth Thalibin 3/255).
Ini adalah perkataan Imam Hasan Al Bashri. Beliau adalah tokoh ulama generasi Tabi’in yang agung. Beliau lahir di Madinah 2 tahun sebelum wafatnya khalifah Umar bin khattab ra dan meninggal pada bulan Rajab tahun 116 H dalam usia 89 tahun.
Beliau adalah seseorang yang telah bertemu dengan lebih dari 100 sahabat Nabi Muhammad saw. Ucapan Imam Hasan Al Bashri ini membuktikan kalau pada masa tabi’in telah biasa diadakan perayaan maulid nabi Muhammad saw.

2. “Barangsiapa mempersiapkan makanan, mengumpulkan teman- teman, menyalakan lampu, mengenakan pakaian baru, memakai farfum dan menghias dirinya untuk membaca dan mengagungkan maulid Rasul,
maka kelak di hari kiamat Allah akan mengumpulkannya bersama para Nabi, orang-orang yang berada dalam barisan pertama dan dia akan ditempatkan di Illiyin yang tertinggi.” (I’anathuth Thalibin 3/255).
Ini adalah ucapan Syekh Ma’ruf Al Karkhi. Beliau adalah seorang sufi terkemuka yang wafat pada tahun 200 H. Beliau selalu berprasangka baik kepada sesama muslim.
Kalimatnya juga membuktikan kalau para salaf telah melakukan perayaan maulid Nabi pada abad kedua Hijriyah, walau bentuk dan caranya mungkin berbeda dengan yang terjadi sekarang ini.

3. “Barangsiapa mendatangi sebuah tempat dimana di sana dibacakan Maulid Nabi, maka dia telah mendatangi sebuah taman Surga.
Sebab tujuannya mendatangi tempat itu tiada lain adalah untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah saw, sedangkan Rasul saw telah bersabda: “Barangsiapa mencintaiku, maka dia bersamaku di Surga”.” (I’anathuth Thalibin 3/255).
Ini adalah pernyataan Syekh Sirri As Saqathi. Beliau adalah murid Syekh Ma’ruf Al Karkhi dan menjadi guru serta paman dari Syekh Junaid Al Baghdadi. Beliau terkenal gigih dalam beribadah kepada Allah swt. Beliau wafat pada tahun 253 H.
Pernyataan ini beliau sampaikan setelah mendalami Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad saw serta mengamalkannya dengan penuh kesabaran.

4. “Barangsiapa menghadiri maulid Rasul dan mengagungkan kedudukannya, maka dia telah sukses dengan keimanan.” (I’anathuth Thalibin 3/364). Ucapan ini disampaikan oleh Imam Junaid Al Baghdadi, yang dikenal sebagai pemimpin para sufi yang wafat pada 297 H.
Beliau adalah seseorang yang sangat tekun belajar dan beribadah, sehingga dalam usia 20 tahun telah mendapat kepercayaan untuk menjadi mufti.

5. “Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi saw akan diberi pahala. Demikian pula yang dilakukan oleh sebagian orang, adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati hari kelahiran Isa as, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta an penghormatan kepada Nabi saw.
Allah swt akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaannya kepada Nabi mereka. Bukan dosa atas bid’ah yang mereka lakukan.” (Manhajus Salaf Fi Fahmin Nushush Bainan Nadhariyyah Wat Tathbiq: 399).
Ini adalah perkataan Imam Ibnu Taimiyah. Beliau adalah ulama besar yang hidupnya dihabiskan untuk ilmu, ibadah dan perjuangan. Beliau lahir pada 10 Rabiul Awwal 661 H dan wafat pada 22 Dzul Qa’idah 728 H.
Beliau adalah seorang ulama yang guru, murid dan karyanya sangat banyak. Di antara kitab karangannya adalah Al Fatawa yang terdiri dari 38 jilid.

6. “Barangsiapa mengumpulkan teman-temannya, mempersiapkan hidangan, menyediakan tempat, melakukan kebaikan untuk maulid Nabi, dan semua itu menjadi sarana pembacaan maulid Rasul,
maka di hari kiamat kelak Allah akan membangkitkannya bersama-sama orang shidiq, para syuhada dan kaum shalihin. Dan kelak ia akan berada di surga-surga yang penuh kenikmatan.
Ini adalah pendapat pakar sejarah dan ulama terkemuka dalam dunia Islam, Syekh Abdullah bin As’ad Al Yafi’i, pengarang kitab Raudhur Rayyahin. Beliau wafat pada 768 H.

7. “Tidaklah sebuah rumah muslim dibacakan Maulid Nabi sadanya, melainkan Allah singkirkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, berbagai jenis bencana, kebencian, kedengkham, pandangan buruk, serta pencurian dari penghuni rumah itu.
Dan jika ia meninggal dunia, maka Allah akan memberinya kemudahan untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Dan dia kelak akan berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.” (I’anathuth Thalibin 3/255).

Inilai pernyataan ulama besar yang lahir pada bulan Rajab 849 H dan wafat pada tahun 911 H, Al Hafizh Abu Bakar bin Abdur Rahman As Suyuthi. Beliau terkenal sebagai seorang mujjadid (pembaharu Islam) pada abad ke 9 H.
Keluasan ilmunya telah terbukti dan karya-karyanya sangat banyak sehingga mencapai 400 buku. Selain hafal Al Qur’an, beliau juga hafal di luar kepala kitab-kitab besar. Di antaranya adalah kitab Al Minhaj karya Imam Nawawi dan juga kitab Al Umdah.

Demikianlah di antara perkataan para tokoh ulama yang menganjurkan dan membenarkan perayaan dan pembacaan maulid Nabi Muhammad saw.

fahami .. dan renungkan ..! jangan menelan faham ustadz-ustadz jahil

( anak-anak ALBAYAN )

CARA PERAYA’AN MAULID BID’AH KAH…?

Posted in MAULIDURRASUL on July 21, 2008 by albayan

Kita mengistimewakan hari lahirnya Rasulullah saw, sebagaimana beliau saw mengistimewakan hari diselamatkannya Nabi Musa as dari kejaran Fir’aun. Nabi berpuasa pada hari Senin sebagaimana Nabi berpuasa pada tanggal 10 Muharram, hari di mana Nabi Musa diselamatkan.
Tentang keistimewaan hari lahir Nabi saw, terdapat hadits shahih dari Abu Qatadah, seorang A’rabi (Badawi) bertanya kepada Rasulullah saw: “Bagaimana penjelasanmu tentang berpuasa di hari Senin?” Maka beliau saw menjawab: “Fiihi wulidtu wafiihi unzila alayya.”
“Di hari itu aku dilahirkan dan di hari itu pula aku diturunkan wahyu Al Qur’an.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan Ahmad). (Dalam Shahih Muslim 8/52).

Mungkin anda bertanya, mengapa dalam perayaan maulid kita tidak berpuasa seperti yang dicontohkan oleh Rasul saw saja, tetapi malah makan-malam dan bergembira dengan membaca syair-syair pujian yang disertai alunan rebana dan lain-lain?
Jawabannya adalah, puasa merupakan salah satu cara terbaik untuk mengenang kelahiran Rasulullah saw. Dan puasa sendiri adalah ibadah murni yang akan mendapat pahala jika kita mengamalkannya secara ikhlas dan benar.
Tetapi yang menjadi tujuan dari puasa Rasulullah pada hari itu adalah untuk mengenang dan mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada beliau saw.
Karena itu, tidak ada alasan untuk melarang manusia melakukan bentuk-bentuk peringatan kelahiran Nabi saw dengan cara lain, selama hal itu dibolehkan dalam agama dan tidak berbentuk maksiat.

Sedangkan yang terpenting dalam hal ini adalah niat dan tujuan dari perayaan itu, bukan medianya semata. Karena itu, kalau kita perhatikan maka akan kita temukan berbagai macam cara umat Islam dalam memperingati hari kelahiran Nabi saw sesuai dengan kondisi dan tradisi masing-masing.

Di antara mereka ada yang dengan cara menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim, berpuasa, melantukan syair-syair pujian kepada Nabi saw, dan bersedekah makanan kepada tetangga dan kerabatnya.
Di antara sekian cara ini, yang paling terkenal di Indonesia adalah mengadakan pembacaan kitab maulid dan pengajian dengan serangkaian acaranya. Inilah yang dilakukan sebagian umat Islam di seluruh pelosok dunia dari dahulu hingga sekarang.
Hal lain yang sering dipermasalahkan dan diungkit-ungkit adalah tentang iringan rebana dan syair kasidah sebagai pelengkap acara maulid.

Seperti biasa, mereka mengatakan, itu adalah hal bid’ah yang wajib dihilangkan karena mengotori syariat Islam. Sebelum kita bahas lebih lanjut, marilah kita tengok sejarah para sahabat di masa Rasulullah saw masih hidup.
Kala itu, berita hijrahnya Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah telah tersebar luas. Para sahabat yang berada di Madinah tak kuasa menahan rasa rindu kepada Rasulullah saw. Setiap hari mereka menanti Nabi saw di tapal batas kota Madinah, akhirnya, saat yang dinanti-nanti pun tiba.
Rasulullah saw bersama Abu Bakar ra memasuki kota madinah dengan selamat. Kegembiraan warga Madinah tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, mereka menangis bahagia menyaksikan kekasih yang dirindukan telah berada di hadapan mata.
Dengan penuh cinta, wanita dan anak-anak pun menaati rebana dan melantunkan syair indah penuh makna yang abadi sepanjang masa. Dengan meriah mereka bersyair, “Thala’al badru ‘alainaa.. min tsaniy yatil wadaa’.. Wa jabasy syukru ‘alainaa.. Maa da’aal lillahidaa’..”
(Telah terbit bulan purnama.. Menyinari kami dari Bukit Wada’.. Maka kita wajib bersyukur.. Karena tibanya sang da’i yang menyeru ke jalan Allah..).

Sepanjang hidupnya, Rasulullah saw tidak pernah melarang tabuhan rebana dan senandung syair yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangannya itu.
Bahkan ketika Rasulullah saw tiba dari perang Tabuk, warga Madinah kembali menyambutnya dengan tabuhan rebana dan lantunan syair tersebut di atas. (Lihat Siratul Halabiyyah juz 3: 99, Zadul Ma’ad juz 1: 1297, Fathul Bari juz 8: 469).
Dalam hadist lain juga diriwayatkan, bahwa ketika Nabi saw tiba dari sebuah peperangan, seorang budak wanita berkulit hitam datang menemui beliau saw sambil membawa rebana dan berkata:
“Wahai Rasulullah, aku telah bernazar, jika Allah mengembalikan dirimu dalam keadaan selamat, maka aku akan menabuh rebana dan menyanyi di hadapanmu”. Rasulullah saw menjawab: “Jika kamu telah bernazar maka tunaikanlah nazarmu itu, tapi jika tidak maka jangan.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad).

Wanita itupun menunaikan nazarnya, ia menyanyi dan menabuh rebana di hadapan Nabi saw cukup lama. Satu demi satu sahabat Abu Bakar, Utsman, dan Ali ra datang menemui Nabi saw, budak wanita itu tetap menabuh dan menyanyi dan Nabi mendengarkan.
Ketika Umar ra tiba, wanita itu berhenti dan segera menyembunyikan rebananya dan mendudukinya, sebab ia takut kepada Umar ra yang terkenal keras dan tegas. Setelah keempat sahabat itu berkumpul di hadapan Nabi saw, beliau bersabda:
“Sesungguhnya setan pasti takut kepadamu hai Umar, ketika aku duduk, wanita itu menabuh rebana. Kemudian Abu Bakar masuk, ia tetap menabuh rebana, ketika Ali masuk, ia tetap menabuh rebana. Ketika Ustman masuk ia tetap menabuh rebana.
Akan tetapi, ketika kamu masuk hai Umar, wanita itu segera membuang rebananya.” (HR. Tirmidzi).

Membaca kedua hadist di atas dapat kita ambil kesimpulan. Pertama, rebana dan lantunan syair pujian sudah ada pada zaman Rasulullah saw. Kedua, Rasulullah saw tidak pernah melarang menabuh dan menyanyi (selama tidak menimbulkan syahwat dan fitnah) di masa hidupnya.
Jadi, walau mungkin Rasulullah saw tidak pernah melakukan kedua hal itu selama hidupnya, tetapi karena ketika beliau mengetahui kedua hal itu tidak pernah melarangnya,
maka hukumnya menjadi Sunnah Taqririyah (Sunnah karena Rasulullah melihat atau mendengar sesuatu yang dikerjakan para sahabat, tetapi beliau tidak melarangnya).

Dengan demikian, maka jelaslah permasalahan seputar rebana dan syair pujian kepada Nabi Muhammad saw yang sering kita mendengar bahkan melakukannya adalah boleh.

fahami dan renungkan jangan menelan faham ustadz-ustadz jahil …

( anak-anak ALBAYAN )

MAKNA HADIST ” JANGAN PUJI AKU SECARA BERLEBIHAN “

Posted in JANGAN PUJI AKU BERLEBIHAN on July 21, 2008 by albayan

Sering kita mendengar propaganda yang melarang umat Islam memuji Nabi Muhammad saw. Di antara ucapan mereka yang tidak suka dengan amalan kita adalah, “Kita umat Islam tidak boleh mengkultuskan Rasulullah, tidak boleh memuji dan menyanjungnya secara berlebihan. Karena perbuatan itu merupakan bentuk kemusyrikan.

Mereka berpendapat seperti itu karena melihat hadist hanya sekilas teks sehingga terjadi pemahaman yang salah tentang itu. Rasulullah bersabda:
“Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, “Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Dari ucapan itu kita memahami, kalau memuji Rasul itu menurut mereka adalah mengkultuskan atau mendewakan Rasulullah saw. Sehingga mereka menganggap memuji-muji beliau (yang menurut mereka berlebihan) adalah termasuk musyrik.
Ini adalah tuduhan keji dan fitnah yang berat bagi para pecinta Nabi Muhammad saw. Orang-orang itu tidak mengetahui makna dan tujuan hadist, sehingga pemahamannya salah.

Para ulama di dalam berbagai kitabnya telah menjelaskan makna hadist itu dengan gamblang. Dalam hadist tersebut Rasulullah saw tidak pernah melarang umatnya untuk memujinya dalam bentuk apapun.
Yang dilarang adalah pujian yg seperti dilakukan oleh Umat Nasrani kepada Nabi Isa bin Maryam, yaitu menjadikan beliau sebagai anak Tuhan.
Inilah yang dimaksud dengan pujian berlebihan yang menjadikan musyrik, bukan pujian-pujian yang seperti biasa kita dengarkan dalam acara maulid Nabi Muhammad saw.

Dan hadist di atas, juga tidak boleh dipotong seenaknya sehingga membuat maksud dan tujuan hadist itu salah. Karena jika kita memotong hadist itu dengan hanya berkata “Nabi bersabda: “Jangan puji aku secara berlebihan”, maka makna dan tujuan dari hadist itu menjadi kacau.
Karena dari hadist itu sebenarnya yang dilarang oleh Rasulullah saw itu bukan pujiannya terhadap beliau, tetapi adalah menjadikan beliau sebagai “anak Tuhan”, seperti yang dilakukan oleh orang nasrani terhadap Nabi Isa as.
Dan sejak larangan Nabi itu disampaikan hingga saat ini, tidak pernah ada seorangpun dari kalangan umat Islam yang memuji Rasulullah saw melebihi batasannya sebagai manusia.

Sehingga benarlah apa yang disampaikan Imam Bushiri di dalam syair Burdahnya:

“Tinggalkan pengakuan orang Nasrani atas Nabi mereka… Pujilah beliau (saw) sesukamu dengan sempurna… Sandarkanlah segala kemuliaan untuk dirinya… Dan nisbahkanlah sesukamu segala keagungan untuk kemuliaannya…

Karena sesungguhnya kemuliaan Rasulullah tidak ada batasnya… Sehingga takkan ada lisan yang mampu mengungkapkan kemuliaannya itu…

maka berfikirlah , fahamilah .. jangan menelan sebuah faham yang datang dari ustadz-ustaz jahil ..

( anak-anak ALBAYAN )

MEMBONGKAR SYUBHAT WAHABISME TERHADAP NUSHUSH TAKWIL

Posted in AQIDAH on July 15, 2008 by albayan

Generasi terbaik umat ini adalah generasi pertama yaitu generasi para sahabat dan tabi’in mereka generasi yang adil generasi yang selamat semua umat muslimin yang berada dalam kesatuan ahlu sunnah wal-jama’ah tentu mereka berada dalam pemahaman ini .  yang di timur maupun di barat di utara maupun di selatan . intinya dari ujung ke ujung dari tepi ke tepi sampai dari kutup ke kutup pun pasti mereka berada dalam manhaj dan pemahaman para sahabat dan tabi’in. hal ini sudah sangat jelas dan terang di sabdakan oleh baginda nabi yang tak dapat di ragukan dari depan maupun dari belakang , rasul al-amin bersabda:

(( خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم )) اخرجه البخاري

(sebaik-baiknya generasi adalah generasi di masaku setelah itu adalah generasi sesudahku ( genersi sahabat ) lalu generasi susudahnya ( tabi’in ) H.R. bukhori

Namun apa boleh di kata , belakangan ini muncul kelompok yang melebelkan dirinya sebagai salafy dan derivat-derivatnya kelompok yang mengaku berada dalam pemahaman sahabat dan tabi’in ini menganggap ahlu syubhat dan ahlu bida’h yang tersesat terhadap orang-orang yang berada di luar kelompok mereka

Katakan kepada mereka di luar sana … juta’an dan bahkan milyaran umat muslimin berada dalam pemahaman para sahabat dan tabi’in tapi mereka tidak melebelkan diri sebagai salafy dan tidak pula masuk pada kelompok salafy apakah mereka di anggap sebagai ahlu bid’ah dan tersesat … ??? ma’adzallah khasya wa kalla

Di syiria mesir sudan maroko dan yaman bahkan di Negara-negara besar islam manapun tidak mengenal istilah islam salafy katakan lagi pada mereka penama’an islam salafy tidak pernah ada dan tidak pernah di kenal di masa para sahabat dan tabi’in , kalau boleh di kata penama’an islam salafy adalah perbuatan bid’ah , salafy bukan manhaj akan tetapi nisbat yang manhaj itu adalah salafussoleh bukan salafy yang kita kenal di komunitas masyarakat sekarang .

Apa jadinya kalau kelompok yang melebelkan dirinya sebagai salafy dan mengaku mengikuti ulama salaf ini pada kenyata’anya tidak sesuai dan jauh berbeda dari manhaj salafussoleh yang di gembar gemborkan terutama masalah penetapan ta’wil dalam nushush mutasyabihat dalam al-qur’an

Dalam tulisan ini Saya membongkar doktrin mereka yang mengatakan AHLU TA’WIL adalah ahlu syubhat dan ahlu bid’ah , islam itu bukan berdasarkan Qola ustadz atau Qola syaikh… akan tetapi berdasarkan Qolallahu wa Qolar-rasul
Ajukan dalil pada mereka bahwa Alqur’an menetapkan takwil majaz dan isti’arah . Alquran adalah wahyu yang penuh dengan sastera , tidak lepas dari ilmu balaghah sebagai ilmu retorika kesusastera’an bahasa arab
ALLAH berfirman :

إنا نسيناكم ) السجدة

( sesungguhnya kami ( ALLAH ) telah melupakan kamu )

نسوا الله فنسيهم الله )) التوبة :

( mereka telah lupa kepada ALLAH maka ALLAH melupakan mereka )

Perhatikan dua kalimat “LUPA” yang di nisbatkan kepada ALLAH SWT dalam ayat di atas apakah mereka menetapkan sifat LUPA terhadap ALLAH ?? lalu mereka mengatakan lupanya ALLAH tidak sama dengan sifat lupa kita .. ??? dhzohir teks ayat di atas jika mereka menafikan TAKWIL yang sesuai dan yang pantas terhadap ALLAH serta yang sesuai dengan apa yang di maksud oleh Al-qur’an maka mereka telah menetapkan sifat “LUPA” terhadap ALLAH swt (subhanaka wata’ala amma tasyifuun hadza amrun bathil ) ” maha suci engkau dan maha tinggi dari apa yang mereka sifatkan ini adalah perkara bathil ” sungguh penetapan sifat lupa terhadap ALLAH adalah perkara yang mungkar dan bathil tidak dapat di terima olah akal sehat maupun nash dan penuh dengan perkara syubhat . ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA dengan jelas berfirman :

( وما كان ربك نسيا )

( dan tidaklah rabbmu lupa ) maryam :64

Dalam sebuah hadist qudtsi yang di keluar oleh imam bukhori dan muslim rodiallahu anhu Rosulullah bersabda :

عن سيدنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن الله تعالى قال : ياابن اّدم مرضت فلم تعدني, قال يا رب كيف اّعودك وأنت رب العالمين , قال : أما علمت أن عبدي فلانا مرض فلم تعده , أما علمت أنك لو عدته لوجدتني عنده …. إلى اّخر الحديث

( dari sayyidina rosulillah saw sesungguhnya ALLAH berfirman : wahai anak cucu adam saya sakit kenapa engkau tidak mengunjungiku ? ia berkata : wahai rabb bagaimana hamba mengunjungimu sementara engkau adalah rabb semesta alam ALLAH berfirman : apakah engkau tidak tau bahwa hambaku fulan sedang sakit ? akan tetapi engkau tidak mengunjunginya tahukah engkau apabila engkau mengunjungi nya niscaya engkau menjumpaiku di sisinya )
( HR. bukhori fil adab 517 . HR . muslim 2596 . HR. ibnu hibban 269 )

Jelas dan terang dalam teks hadist qudsi di atas menyatakan ALLAH sakit , lalu apakah orang-orang wahabi/salafy menetapkan sifat SAKIT terhadap ALLAH … ? tanpa adanya takwil …? Jika benar demikian maka aqidah anda adalah aqidah bathil penuh dengan kerancuan yang tidak jelas …! lalu atas dasar inikah mereka membangun sebuah aqidah ?? lantas dengan se enaknya memvonis ahlu syubhat dan ahlu sesat terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan keyakinan mereka..?? dan memvonis ahlu bid’ah dan sesat terhadap ulama-ulama dan para sahabat yang menakwilkanya …. ? sunguh dunia sudah terbalik aqidah ahlul haq mereka anggap sebagai aqidah ahlu syubhat dan sesat , sedang aqidah mereka ..? yang menetapkan sifat lupa dan sakit terhadap ALLAH mereka anggap sebagai aqidah yang benar …!!! NA’UDZUBILLAH TSUMMA NA’UDZUBILLAH ..

Jelaskan kepada mereka…!! ” terlalu mengandalkan dalil tekstual tanpa di fahami secara akal sehat adalah ciri khas dari faham ahlu bid’ah khasyawiah mujassimah , dan terlalu mengandalkan akal dengan metode hermeneutika tanpa di dasari dalil adalah ciri khas dari faham mu’tazilah yang jauh dari kebenaran dan yang memadukan antara keduanya yaitu dalil dengan di pahami secara akal sehat adalah cara yang di anjurkan oleh rasul alaihis-sholatu wassalam, dan jalan yang benar ” dan jalan inilah yang di tempuh oleh para ulama’ yang beraqidah ahlus sunnah wal jama’ah mereka di antara nya adalah imam abu hasan al-asy’ari , imam al-maturidi dan murid-muridnya , imam al-qhodhi abi bakar al-baqilani , imam abi ali addaqqaq , imam abi tha’ib bin abi sahal assa’luki , imam al-hakim annaisaburi , imam abu bakar bin faurak , imam al-hafidz abi nu’iem al-ashbihani , imam nawawi , imam al-hafidz ibnu hajar al-astqolani , syeikhul islam imam zakaria al-anshory imam ibnu hajar al-haitami dan masih banyak ratusan ulama-ulama ahlu sunnah tak terbilang yang berada dalam manhaj ini.. dan pada ujungnya adalah salafussoleh mufassir Al-qur’an sahabat ibnu abbas rodiyallahu anhu . apakah pakar ulama’ nashirussnnah di atas yang kalian anggap sebagai ahlul syubhat dan sesat…. ??
Sungguh tak ada kalimat yang pantas kami ucapkan kepada mereka selain sebuah kalimat :

قوم أصابته الفتنة فعموا وصموا

( kaum yang tertimpa fitnah lalu mereka buta dan tuli )
Dan kami akhiri dengan sebuah firman ALLAH :

إنما يفتري الكذب الذين لا يؤمنون بأيت الله وأولئك هم الكاذبون

( sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan , hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat allah dan mereka itulah orang-orang pendusta . ( an-nahl : 105 )

Wahdina ila sabilil mubin . wassalam

DI LUAR WAHABI ADALAH AHLU SYUBHAT DAN SESAT

Posted in AQIDAH on July 14, 2008 by albayan

salah satu tokoh wahabi Abdurrahman bin hasan aal-as-syeikh mengeluarkan fatwa syubhat pensesatan dan bahkan pengkafiran terhadap para ulama’-ulama’ khalaf al-asya’iroh dengan melontarkan tuduhan ahlul hawa , ahlut-ta’wil ,ahlul bathil ,dan ahlul bid’ah dan ujung-ujung nya adalah musyrik dan kafir

asya’iroh yang merupakan peganggan dan rujukan mayoritas umat di Negara-negara besar islam seperti : Indonesia Malaysia mesir Syria maroko sudan yemen dan negara-negara besar lainya , ini tak luput dari sasaran pensesatan di bid’ah-bid’ahkan bahkan mereka di tuduh ahlu syubhat yang keluar dari manhaj salaf . sangat di sayangankan kebodohan pengetahuan mereka terhadap siapa sebenarnya abu hasan al-ays’ari terbongkar manakala mereka menyatakan dalam buku-buku atau blog/situs mereka bahwa asy’ari telah bertobat dari fahamnya menjelang akhir hayatnya merupakan pemalsuan sejarah riwayat

asy-ari bertobat dari faham muktazilah bukan bertobat dari aqidah yang telah di yakini sesuai dengan aqidah para pendahulunya yaitu salafussoleh semisal sayyidina ibnu abbas rodiyallahu anhuma yang juga salah satu tokoh sahabat yang menakwilkan nushush sifatul musyabbihat , adapun kitab terakhir beliau yaitu al-ibanah telah di monopoli dan di palsukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab mujassimah yang menjelaskan : abu hasan al-asy’ari telah kembali kepada faham-faham mujassimah ini adalah buhtan .

saya akan membongkar kebohongan mereka terhadap kitab al-ibanah sebuah bukti dari kepicikan dan pengkaburan terhadap kebenaran ilmiyah yang di susun oleh abu hasan al-ay’ari

al-ibanah yang kita temukan dan di sebarkan luaskan sekarang bukanlah kitab asli al-ibanah yang di susun oleh abu hasan al-asy’ari , ini terbukti ada pemalsuan , pengurangan dan penambahan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawap untuk mempertahankan doktrin faham-faham wahabi .

berkata imam al-allamah al-kautsari rohimahullahu dalam kitab “tabyinu kadzbil muftara ” ( membongkar kebohongan si pendusta ) dalam meqaddimah kitab tersebut menyebutkan sebagai berikut :

((والنسخة المطبوعة في الهند من الإبانة نسخة مصحفة محرفة تلاعبت بها الأيدي الأثيمة , فيجب طبعها من أصل الموثوق ا.ه ))

( nuskhah al-ibanah cetakan di india adalah lampiran-lampiran nuskhah yang di palsukan oleh permainan tangan-tangan tak bertanggung jawab maka harus di cetak dari sumber yang akurat )”

Al-kautsari melanjutkan : pembongkaran kebusukan tokoh-tokoh mujassimah dalam memalsukan karya ilmiyah abu hasan asy’ari dalam kitab al-ibanah , di sebutkan dalam muqaddimah kitab ” muqaddimatul maram min ibaratil imam ” lil allamah albayadhy . menyatakan sebagai berikut :

( sangat di sayangkan sekali pengguntingan tex-tex asli karangan abu hasan al-asy’ari telah banyak di sebar luaskan pencetakan kitab al- ibanah tidak merujuk pada sumber yang akurat . dan parahnya kitab al-ibanah yang sudah di tambah dan di kurangi tersebut di sebar luaskan secara gratis atas nama ” waqaf ” selesai penukilan sampai di sini .
Lihat juga dalam ta’liq kitabnya ” assaifus-shoqiel ” hal 155

Dan hal ini juga di benarkan oleh doctor abdurrahman badawi mendukung dari apa yang telah di katakan imam al-kautsari lihat dalam kitabnya ” madzahibul islamiyin : 1/ 516

As-syaikh wahbi ghowiji hafadzhahullahu juga tak tinggal diam dalam membongkar kebohongan pemalsuan ini: beliau berkata dalam sebuah risalahnya yang di beri judul ” nadzharatun ilmiyah fi nisbati kitabil ibanah jami”ihi ila al-imam abil hasan ” ( pandangan ilmiyah dalam menisbatkan kitab ibanah kepada imam abi hasan ) menyebutkan : ada beberapa bukti yang menunjukan bahwa beberapa bagian besar dalam kitab ibanah yang telah menyebar di kalangan orang-orang sekarang tidak sah nisbatnya kepada imam al-asy’ari .

Bahkan al-hafidz ibnu asakir rahimahullahu mengutip dalam kitab ” tabyinul muftara ” ( membongkar kebohongan si pendusta ) dua fashal dari a-ibanah menjelaskan dengan jelas bahwa ada pemalsuan penambahan dan pengurangan dalam tex asli kitab tersebut .

Maka seharusnya tokoh-tokoh wahabi harus malu dan berkaca..!! tuduhan ahlu bathil ahlu syubhat ahlu bid’ah dan bahkan musyrik serta mengkafirkan ulama’-ulama’ islam adahal hal yang melampaui batas . ciri-ciri seperti ini tak ubahnya cara kelompok khawarij yang mengkafirkan sayyidna ali dan sayyidina mu’awiyah .karena keduanya mereka anggap tidak berhukum selain hukum ALLAH. Subhanaka hadza buhtanun adzim .

Ada lagi seorang tokoh wahabi ” sholeh bin fauzan al-fauzan dia juga turut mensesatkan imam abu hasan al-asy’ari dan para pengikutnya , tokoh dedemit ini berkata ” aqidah asy’ari adalah aqidah sesat dan bukan aqidah ahlu sunnah wal jama’ah , lihat dalam kitabnya ( min masyiril mujaddid fil islam hal 32 cetakan lil itfa’ Riyadh .

Ketahuilah wahai syeikh … !!! dan takutlah kepada ALLAH …!!

1. IMAM ALBAQILANI
2. IMAM AL-QUSYAIRY
3. IMAM ABI ISHAQ AZ-ZAIROZI
4. IMAM ABIL WAFA BIN AQIL AL-HANBALI
5. IMAM ABI MUHAMMAD AL-JUWAINY
6. IMAM ABIL MA’ALI IMAMUL HARAMAIN
7. HUJJAT ISLAM AL-GHOZALI.

ulama-ulama besar umat di atas adalah pengikut abu hasan al-asy’ari dalam hal aqidah
8. IMAM FAHRUR AR-RAZI
9. IMAM IBNU ASAKIR
10. IMAM TAJUDDIN ASSUBKI
11. IMAM IZZUDDIN BIN ABDISSALAM
12. IMAM NAWAWI
13. IMAM ASSUYUTI
14. IMAM ABNU HAJAR AL-HAITAMI
15. ALHAFIDZ IMAM IBNU HAJAR ALTSQOLANI .

tokoh-tokoh ulama’ besar dan para mujtahid di atas juga para tokoh umat yang mengikuti asy’ari , kalau mereka bukan ahlu sunnah wal jama’ah dan di anggap sebagai aqidah sesat sebagaimana yang telah di lontarkan oleh sholeh bin fauzan al-fauzan ,lalu siapakah ahlu sunnah wal jama’ah sepanjang sejarah ?? maka ketahuilah …. Anda telah berada dalam manhaj khawarij kontemporer… !! takutlah pada ALLAH ya syeik dan bertobatlah…!

Alfirqatunnajiah adalah assawadul a’dhzom dalam umat ini .